<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610</id><updated>2011-04-22T08:36:59.773+08:00</updated><category term='Time'/><category term='Konferensi Pendidikan'/><category term='Ahmadiyah'/><category term='Cinta'/><title type='text'>alpener's blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-2169904874022493405</id><published>2009-01-09T16:47:00.002+08:00</published><updated>2009-01-09T16:52:55.100+08:00</updated><title type='text'>MENYELAMATKAN PALESTINA</title><content type='html'>Oleh Asliani&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan tatkala menyaksikan sebuah keluarga di bantai secara sporadis dan keji oleh perampok yang bersenjata dihadapan mata kita? Anggota keluarga tersebut ada yang sudah meninggal,tengah sekarat  sementara para perampok itu terus menodongkan senjatanya seraya mengancam anggota keluarga lainnya. Tentu saja kita yang menyaksikan tanpa perlu menggelar rapat akan segera memberikan pertolongan. Ada beberapa pilihan yang dapat kita lakukan diantaranya memanggilkan ambulan untuk menolong anggota keluarga tersebut yang terluka, berteriak biadab terhadap rampok tersebut, namun tentu tindakan yang paling tepat adalah mengusir perampok tersebut dengan kekuatan  atau memanggilkan polisi untuk menangkap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika ilustrasi sederhana diatas kita bandingkan dengan apa yang dialami oleh saudara kita di Palestina? Hingga kini entitas Yahudi dengan ribuan tentaranya membombardir sejumlah kawasan dijalur Gaza dengan pesawat tempurnya secara brutal dan sporadis. Tidak puas dengan serangan udara, kini mereka sedang melakukan serangan darat terhadap saudara muslim kita disana. Hingga saat ini setidaknya serangan tersebut telah memakan hampir ribuan korban dan diperkirakan akan terus bertambah seiring gencarnya serangan dari Israel.Kenyataan ini tentu menyayat hati perasaan kita kaum muslimin, yang hingga kini hanya mampu menitikkan airmata, dan berdoa untuk keselamatan dan kemenangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Gaza menghadapi serangan tersebut dengan penuh keberanian. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid sementara ratusan bahkan ribuan telah terluka. Pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan tanpa ada halangan dari jet tempur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian dikarenakan penguasa dinegeri kaum muslimin telah menetapkan “larangan bergerak” kepada pasukan dan pesawat dinegeri mereka. Pesawat tempur bak barang&lt;br /&gt;pajangan dalam sebuah etalase. Akhirnya pesawat –pesawat yahudi itu itupun merasa tenang dan terbang dengan aman. Pesawat –pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan dengan tetap aman dari setiap serangan dan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang negara yang paling memungkinkan untuk menghentikan serangan Israel ini adalah sang master Amerika Serikat(AS). Negara yang sering mengklaim dirinya sang pembebas dan garda terdepan dalam melawan apa yang mereka katakan perang melawan teroris. Namun seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Amerika serikat juga diam. Bahkan Presiden terpilih Barrack Obama yang banyak digadang akan cukup menolong umat Islam memilih bungkam. Kalau AS  diam, berarti tindakan Israel direstui sang master:Negara kapitalis utama itu. Israel tidak akan pernah benar-benar membangkang kepada AS. Sebab AS-lah selama ini yang mem-back up Negara Israel dalam segala aspek:politik, senjata maupun dana. Israel merupakan Negara urutan pertama yang paling banyak menerima sumbangan AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dapat diharapkan sebagai juru damai dengan resolusinya tidak pernah mampu menyelesaikan konflik palestina-Israel yang telah terjadi bertahun-tahun . Demikian pula dengan pemimpin di negeri-negeri Arab.&lt;br /&gt;Peristiwa ini setidaknya semakin memberikan kejelasan kepada kita bahwa persoalan palestina bukanlah milik palestina saja, melainkan masalah tersebut adalah salah satu diantara sekian banyak persoalan yang menimpa umat Islam. Adalah sebuah kenyataan ironi jika kita penguasa muslim utamanya dinegeri arab hanya memberikan bantuan kemanusiaan, kecaman padahal mereka dapat melakukan yang lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekaligus membuktikan betapa hegemoni yang dilakukan oleh musuh Islam yang dikomandoi oleh Amerika serikat telah mencekeram di negeri kaum muslimin. Sesungguhnya melawan Israel bukanlah hanya sekedar melawan negara kecil dengan penduduk sedikit, tetapi melawan  negara pencipta dan pendukung buta Israel,yakni amerika serikat. Sejatinya  respon terhadap pembantaian gaza itu sudah jelas, tidak perlu membutuhkan rapat, pertemuan ataupun evaluasi. Respon ini juga tidak bergantung pada resolusi dari negara-negara yang telah yang telah mendirikan dan melindungi entitas Yahudi. Respon itu hanyalah dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu menjadi tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini persatuan umat diserukan diberbagai belahan dunia untuk melawan Israel, disinilah kita dapat melihat urgensi adanya perjuangan untuk membangun institusi pemersatu umat Islam. yaitu khilafah Islam. Satu-satunya solusi yang berargumentasi syariat sekaligus rasional. Dengan keberadaan institusi ini maka seruan persatuan ummat Islam bukan lagi sekedar wacana. Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah akan melindungi dan menyatukan umat, sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat.  Dengan khilafah, umat akan berada dalam satu rumah yang ditinggali bersama,dibawah satu komando dan satu sistem kehidupan.Khilafah tidak menegasikan adanya perbedaan namun khilafah akan merajut perbedaan ini menjadi sebuah harmoni yang indah.  Hanya melalui kekuatan global, penjajahan global bisa dihadapi secara sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita adalah kapan persatuan itu dapat di wujudkan? Tentu ini semua bergantung sejauh mana kesamaan persepsi dari para penguasa di negeri muslim terhadap urgensi persatuan tersebut. Selama mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi, kolega dan kepentingan penjajah memang mustahil di wujudkan, oleh karena itu upaya untuk mengingatkan kepada segenap kaum muslimin dan para penguasa agar mereka menjadikan keridhoan Allah sebagai tujuan hidup dan memahami urgensi penerapan syariat Allah menjadi penting dan diperlukan. Dan memang  kesediaan mereka menerima pemahaman Islam bukan hak manusia untuk menentukan melainkan atas ijin dari Allah. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan adalah jangan pernah mengenal lelah untuk memahamkan umat dengan Islam yang kaffah, juga mendoakan akan tibanya kemuliaan bagi umat manusia dengan Islam. Karena hanya dengan penerapannya rahmat bagi seluruh alam akan terwujud dan kebahagiaan akhirat akan tercapai. Ingatlah wahai saudaraku Allah tidak menilai hasil dari upaya yang kita lakukan, melainkan sejauhmana kesungguhan upaya dan keikhlasan kita dalam berjuang.&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-2169904874022493405?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/2169904874022493405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=2169904874022493405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/2169904874022493405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/2169904874022493405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2009/01/menyelamatkan-palestina.html' title='MENYELAMATKAN PALESTINA'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-6542120501748978647</id><published>2009-01-01T07:01:00.001+08:00</published><updated>2009-01-01T07:11:36.317+08:00</updated><title type='text'>HIJRAH DAN PERSATUAN UMAT ISLAM</title><content type='html'>Oleh Asliani&lt;br /&gt;Ummat Islam adalah ummat yang memiliki Tuhan yang satu yaitu Allahu Rabbil ’alamin dan memiliki pedoman hidup yang satu yaitu Al-Quranul karim,juga kiblat yang satu yaitu Baitullah.Saat menjalankan salah satu rukun ibadah haji yaitu wukuf di padang Arafah, mereka berada ditempat yang satu.  Kesatuan dalam realitas ibadah tersebut setidaknya memberikan hikmah kepada kita bahwa  bersatunya umat Islam  adalah penting serta niscaya bagi umat Islam.&lt;br /&gt;Kita mungkin bersepakat bahwa persatuan adalah keperluan sangat penting bagi ummat manusia sepanjang massa. Manusia sejak dulu mengetahui bahwa lewat kebersamaan, banyak sekali pekerjaan yang bisa terselesaikan secara lebih baik. Bahkan ada beberapa permasalahan sosial yang hanya akan bisa terselesaikan jika anggota masyarakat bersatu. Sejarah menunjukkan, berbagai peradaban yang besar hanya bisa tercipta lewat kebersamaan para anggota masyarakatnya. Ketika kebersamaan itu hilang, pada saat itu pula peradaban tersebut mulai kehilangan pamor dan akhirnya runtuh.&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan mereka yang telah menyadari akan pentingnya persatuan mulai melakukan aliansi sebutlah negara seperti uni-eropa  juga negara-negara di Amerika Selatan yang mulai membentuk Lembaga Keuangan bersama. Nampaknya mereka sangat menyadari kebersamaan adalah hal yang penting untuk mencapai kemajuan dan memenangkan pertarungan ideologi.&lt;br /&gt;Berbeda realitasnya dengan umat Islam yang kini telah terpecah belah disekat oleh batasan-batasan state  dan fanatisme terhadap berbagai aliran. Oleh karenanya  tidak jarang jika saat inii kita dapati kaum muslimin disebuah negeri yang merasa aneh jika harus memikirkan keadaan kaum muslimin dinegeri lain dikarenakan berada pada wilayah yang berbeda.”mengapa sih kita harus memikirkan nasib masyarakat palestina? Wong masyarakat di negeri kita aja belum sejahtera..”ungkapan demikian mungkin tidak jarang kita temukan pada segelintir orang yang mengaku muslim. Tentu tak jarang juga kita temukan kaum muslimin yang satu enggan menolong saudaranya sesama muslim di karenakan  berbeda mazhab ataupun organisasi massa. Bahkan tidak jarang terjadi konflik horizontal antara penganut mazhab.&lt;br /&gt; Padahal Allah Swt telah mengingatkan dalam firmannya:  Berpegang teguhlah kalian dengan tali(agama )Allah dan janganlah kalian bercerai berai. Dan janganlah kalian bercerai berai. Ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kallian mendapat petunjuk ( QS.Ali Imran[3]:103)&lt;br /&gt;Ibnu katsir menyatakan bahwa tali Allah (hablullah) adalah Al-Quran yang diturunkan dari langit ke bumi. Siapa pun yang berpegang teguh pada al-Quran berarti ia berpegang pada jalan lurus. Sementara itu, ayat tersebut merupakan perintah Allah Swt untuk berpegang kepada al-jamaah  dan melarang mereka dari tafarruq (bercerai berai).Dari sini terang sekali bahwa Allah Swt. Memerintahkan para hamba-Nya bersatu di atas aqidah Islam yang sumber rujukan utamanya adalah Al-Quran.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:”Sungguh Allah telah menghilangkan dari dirimu kebanggaan dan kesombongan pada masa jahiliah dan pemujaan terhadap nenek moyang. Saat ini, ada dua macam manusia, yaitu orang-orang yang percaya yang senantiasa berbuat kesalahan. Kalian semua adalah anak cucu Adam dan Adam tercipta dari tanah. Manusia harus meninggalkan kebanggaan mereka terhadap bangsa mereka karena hal itu merupakan bahan bakar api neraka. Jika mereka tidak menghentikan semua maka Alah akan menganggap mereka lebih rendah dari cacing tanah yang menyusupkan dirinya sendiri kedalam limbah kotoran” (HR. Abu Dawud dan at-Turmuzi) &lt;br /&gt;Ayat dan hadits diatas  menjelaskan kepada kita tentang wajibnya persatuan bagi umat Islam dan adanya celaan dari Rasulullah terhadap mereka yang memiliki semangat golonganisme termasuk didalamnya sukuisme. Sehingga karena berbangga-bangga dengan sukunya, golongan ataupun bangsanya  menyebabkan mereka menghina bahkan menyakiti sesama manusia apalagi sesama muslim.&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan karena menekankan pentingnya persatuan umat Islam maka langkah pertama yang diambil oleh Rasulullah saat Hijrah untuk mendirikan masyarakat Islam yang pertama adalah mempersaudarakan antara kabilah dari muhajirin dan kabilah dari bani anshar.Rasulullah sangat menyadari bahwa stabilitas masyarakat menjadi syarat mutlak dalam memelihara keberlangsungan peradaban. Mengupayakan kesatuan ummat ini kemudian diteruskan oleh sahabat beliau dan para khalifahnya. Sejarah telah menunjukkan  Islam muncul menjadi cahaya peradaban manakala umatnya bersatu-padu. Ketika mereka bercerai-berai, pada saat itulah ummat Islam menjadi kelompok masyarakat yang sangat lemah.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.”  [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;Lalu mengapa ummat Islam menjadi terpecah belah seperti sekarang ini? Berbagai kajian menunjukkan bahwa masalah problem ini muncul karena adanya dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah penjajahan dunia Barat terhadap kaum muslimin. Hingga saat ini  para imperialis Barat selalu mengejar ambisi yaitu menguasai dan mengekspoitasi sumber-sumber alam yang sangat kaya di negeri-negeri muslim. Demi meraih ambisi tersebut, mereka berusaha memperlemah kaum muslimin dengan menciptakan perpecahan. Dengan lemahnya muslimin maka mereka akan dengan mudah mencapai tujuan-tujuan ilegal mereka, sementara umat muslimin tersibukkan dengan perpecahan di antara mereka sendiri dan tidak pernah mampu berbuat apa pun menghadapi musuh bersama. Seperti yang saat ini kita lihat menimpa kaum muslimin di Irak, palestina ,afganistan dll.&lt;br /&gt; Barat sangat menyadari jika kaum muslimin bersatu  sebagaimana yang telah terjadi  dimasa lalu akan menjadi negara yang sangat kuat. Karena itu, mereka sangat berkepentingan agar negeri-negeri Islam tidak pernah bersatu sampai kapanpun. Bahkan negeri kaum muslimin diadu domba untuk memisahkan diri.&lt;br /&gt;Faktor yang kedua yang menjadi penyebab umat Islam terpecah belah adalah faktor internal. pertama lemahnya pemikiran umat Islam terhadap ajaran Islam itu sendiri, yang kedua umat Islam tidak memiliki institusi pemersatu umat. Lemahnya pemikiran umat ini berbanding terbalik dengan adanya serangan dan dominasi pemikiran sekulerisme, liberalisme dan pluralisme. Lemahnya pemahaman umat terhadap Islam membuat mereka tidak terbiasa melihat segala sesuatu dari sudut pandang Islam, sehingga tidak mampu menimbang mana pemikiran yang benar dan mana yang keliru. Islam tidak lagi dijadikan solusi. Bahkan tatkala berkampanye untuk mendapatkan kekuasaan tak jarang Islam  hanya dijadikan pemanis untuk memikat pemilih. Akibatnya pemikiran Islam menjadi semakin kabur dan dominasi pemikiran barat dapat dengan mudah masuk kedalam benak kaum muslimin . &lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan lemahnya pemahaman mereka terhadap Islam membuat kaum muslimin mudah diadu domba. Muslim  yang satu, tidak peduli bahkan cenderung untuk tidak merasa berdosa tatkala menyakiti kaum muslimin yang lain dengan alasan yang terdengar sangat klise entah karena berbeda mazhab, partai ataupun berbeda negara.&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam momentum hijriyah kali ini seyogyanya kaum muslimin bahu membahu untuk mewujudkan Persatuan umat sebagaimana yang contohkan oleh Baginda Rasul.  Namun upaya persatuan bukan berarti kaum muslimin harus bertoleransi dengan pemikiran yang notabene bertentangan dengan ideologi Islam. Pemikiran yang berbahaya justru harus disampaikan agar umat tak mengadopsinya karena mengadopsi pemikiran yang bertentangan dengan aqidah Islam akan mengaburkan wajah Islam itu sendiri. Dan menceburkan umat manusia dalam kekeliruan. Bersatu bukan pula berarti berada dalam mazhab yang sama,ormas yang sama  ataupun  gerakan dakwah yang sama.Perbedaan diantara kaum muslimin selama bukan dalam masalah aqidah adalah wajar. Karena memang karakteristik syariat Islam meniscayakan adanya perbedaan tersebut.  Perbedaan dalam tataran furu’ bukan disikapi dengan celaan dan upaya saling menjatuhkan.  &lt;br /&gt;Sikap saling tolong menolong dan nasehat menasehati diatas kebenaran dan kesabaran terhadap sesama  haruslah menjadi bagian dari gaya hidup muslim. Menghilangkan sekat-sekat perbedaan bukan berarti hanya sekedar membentuk ikatan ruhiyah melainkan menancapkan ikatan pemahaman yang bersifat ideologis yang bersumber dari aqidah Islam kepada umat Islam. Karena memang umat Islam disatukan oleh kesamaan aqidah. Selama berada dalam aqidah yang satu tidak sepatutnya kaum muslimin saling berpecah belah. &lt;br /&gt;Persatuan hakiki  memang harus dibentuk dan diperjuangkan. Sejatinya persatuan ini  harus berlandaskan kepada ideologi dan memiliki otoritas politik bagi umat. Mampu menyatukan umat, sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat. Maka tidak ada ikatan lain yang harus diwujudkan selain institusi daulah khilafah. Satu-satunya solusi yang berargumentasi syariat sekaligus rasional. Dengan khilafah, umat akan berada dalam satu rumah rumah yang ditinggali bersama,dibawah satu komando dan satu sistem kehidupan.Khilafah tidak menegasikan adanya perbedaan namun khilafah akan merajut perbedaan ini menjadi sebuah harmoni yang indah.&lt;br /&gt;Menegakkan khilafah memang bukan pekerjaan yang mudah, perlu banyak energi dan pengorbanan yang diberikan. Akan tetapi sebagaimana pepatah mengatakan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, lantas alasan apa yang membuat umat ini tidak mau bersatu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-6542120501748978647?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/6542120501748978647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=6542120501748978647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6542120501748978647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6542120501748978647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2009/01/hijrah-dan-persatuan-umat-islam.html' title='HIJRAH DAN PERSATUAN UMAT ISLAM'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-4705929945571930139</id><published>2008-12-22T16:47:00.001+08:00</published><updated>2008-12-22T16:50:57.688+08:00</updated><title type='text'>REPORTASE KONFERENSI MUSLIMAH KALIMANTAN AHAD, 14 DESEMBER 2008 DI HIMALAYA BALL ROOM HOTEL BANJARMASIN INTERNASIONAL</title><content type='html'>Subhanallah lambaian liwa dan roya serta kumandang takbir membahana memenuhi Himalaya Ball Room Hotel Banjarmasin Internasional tempat diselenggarakannya Konferensi Muslimah Kalimantan pada hari Minggu (14/12). Konferensi ini dihadiri sekitar 650 akademisi, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat dan anggota legislative muslimah. Mereka datang dari berbagai kota di seluruh Kalimantan. Mereka tampak sangat antusias dan penuh semangat mengikuti konferensi ini mengambil tema “Selamatkan Kekayaan Alam Kalimantan, Cegah Disintegrasi Bangsa, Bangun Bangsa Besar dengan Khilafah Islamiyah”.&lt;br /&gt;Konferensi ini menghadirkan pembicara dari kalangan intelektual diantaranya Prof. Dr.Hj Eny Rochaida, SE, M.Si (guru besar Universitas Mulawarman dan Direktur Program Magister Ekonomi Universitas Mulawarman), Nur Ubaini Hasibuan (Muslimah HTI Kalimantan Tengah), Ir.Hj. Ishmah Cholil (DPP Muslimah HTI ) dan Zidny Sa’adah (DPP Muslimah HTI).&lt;br /&gt;Dalam  makalahnya yang berjudul Sumber Daya Energi dan Pembangunan di Kalimantan Timur, Eny Rochaida memaparkan potret kesuksesan ekonomi Kalimatan Timur. Karena kekayaan yang luar biasa membuat Kaltim terkenal sebagai salah satu provinsi penghasil devisa yang cukup besar bagi negara. Namun ternyata sebagian besar rakyatnya tidak dapat menikmatinya. Hal ini dibuktikan dengan masih rendahnya angka indikator kesejahteraan rakyat. Kaltim juga masih menghadapi persoalan pengangguran, kesehatan, rendahnya pendidikan dan keterampilan bahkan menurunnya kualitas lahan akibat ekploitasi. Sehingga diperlukan berbagai kebijakan yang arif agar masyarakat dapat menikmati pembangunan.&lt;br /&gt;Sedangkan pembicara kedua, Nur Ubaini Hasibuan menyampaikan makalah yang berjudul Ancaman Disintegrasi di balik Desentralisasi. Ubaini menggambarkan adanya ancaman disintegrasi yang sarat dengan kepentingan-kepentingan asing. Imperialisme gaya baru ini dilakukan melalui penguasaan terhadap kekayaan alam Kalimantan dan menciptakan konflik diantara kelompok rakyat. Ubaini juga menyerukan kepada intelektual muslimah untuk waspada terhadap makar asing untuk memecah belah bangsa dan menjaga Kalimantan dengan menerapkan sistem Syariah dan Khilafah.&lt;br /&gt;Sementara itu Ishmah Cholil dengan jelas menggambarkan sisi praktis mekanisme kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam oleh Khilafah Islamiyah. Dengan menerapkan sistem Khilafah Islamiyah maka akan membawa kesejahteraan, kemandirian dan kemajuan rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Apakah muslim atau non muslim, baik laki-laki atau perempuan. &lt;br /&gt;Zidny Sa’adah sebagai pembicara terakhir menyampaikan seruan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia kepada seluruh intelektual muslimah untuk bergabung dengan arus perjuangan dakwah yang meneladani Rasulullah untuk menegakkan syariah dan khilafah, mengajak para intelektual untuk mempersiapkan peraturan-peraturan teknis ketika Khilafah berdiri nanti, dan berdiri di garda terdepan dalam perjuangan untuk menerapkan ideologi Islam mewujudkan Indonesia Besar, Kuat dan Terdepan dalam Nauangan Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;Sebelum sesi konferensi, diawali dengan penampilan 3 orator. Orator pertama, Ir. Lusita Wardhani MP (Praktisi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat ) menyampaikan orasi berjudul “Intelektual Kalimantan ; Pemimpin dan Pemersatu Umat”. Sedangkan Dr. Rini Hustiani, STP, MP (Praktisi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat) menyampaikan orasi berjudul “Membangun Kalimantan ; menuju Indonesia sebagai Bangsa Besar, Kuat dan Terdepan dengan Kedaulatan Islam”. Orasi terakhir disampaikan Widyastusti, M.Si (Praktisi Pendidikan Universitas Airlangga) dengan judul “Kalimantan ; Lumbung Dunia”.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, peserta juga menyaksikan video “Negeri yang Ironis”, “Krisis Financial Global” dan beberapa agenda/aksi yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di berbagai penjuru dunia. &lt;br /&gt;Konferensi ini juga dimeriahkan dengan hiburan khas “Banjar” yakni seni madihin dan aksi teatrikal oleh remaja muslimah  yang  mampu menyedot perhatian peserta. Teatrikal ini menggambarkan kondisi penjajahan baru melalui eksploitasi sumber daya alam berikut solusinya. Dalam pagelarannya aksi ini mampu membangkitkan kesadaran peserta akan problematika besar umat Islam yakni tiada kesatuan Politik Islam dan rasa optimisme akan kembalinya kejayaan Islam. Teatrikal ini diakhiri dengan applaus meriah dan sajian nasyid Laizzata Illa bil Islam. &lt;br /&gt;Kegiatan ini juga disiarkan secara khusus oleh stasiun TVRI Kalsel pada keesokan harinya, Senin (15/12) pukul 20.30-21.30 wita. (Dini MHTI/Bjm)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-4705929945571930139?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/4705929945571930139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=4705929945571930139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4705929945571930139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4705929945571930139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/12/reportase-konferensi-muslimah.html' title='REPORTASE KONFERENSI MUSLIMAH KALIMANTAN AHAD, 14 DESEMBER 2008 DI HIMALAYA BALL ROOM HOTEL BANJARMASIN INTERNASIONAL'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-3876606708402772112</id><published>2008-12-21T17:27:00.001+08:00</published><updated>2008-12-21T17:29:39.805+08:00</updated><title type='text'>DEMOKRASI: SEBUAH PARADOKS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Harmiyani S.Pd&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilu yang ke-3 kalinya dalam era reformasi akan segera dilaksanakan. Revitalisasi demokrasi menjadi semangat yang mendasari pemilu kali ini. Seperti yang diyakini banyak orang, baik awam maupun intelektual, berpendapat pemilu adalah salah satu wujud demokrasi. Pemilu adalah pesta demokrasi. Dalam persfektif demokrasi melalui mekanisme pemilu rakyat menentukan pemerintahan dan jalannya pemerintahan berdasarkan aspirasi mereka. Oleh karenanya Pemilu merupakan sarana wajib untuk  mewujudkan kekuasaan dan kedaulatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam proses demokrasi yang dikatakan sedang berjalan ini banyak pujian bahkan penghargaan diberikan oleh Negara barat pada Indonesia. Demokrasipun di persepsikan sebagai sistem final/hasil akhir pencarian manusia dan diopinikan sebagai sistem terbaik/ideal untuk masyarakat modern.  Namun tentunya klaim ini perlu kita periksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demokrasi tidak bisa dipisahkan dari money politics atau politik uang. Memang ada dalih tentang money politics yaitu membedakannya menjadi 2 macam. Pertama, politik uang dimana uang dipergunakan untuk suap. Dan yang kedua adalah money politic dimana uang adalah modal dipergunakan untuk membiayai atau mendanai kegiatan politik (financing politics). Money politics yang pertama jelas merupakan perbuatan yang salah dan melanggar hukum. Sedangkan financing politic adalah suatu yang wajar dan sah-sah saja. Demikianlah pandangan politik demokrasi.&lt;br /&gt;Terlepas dari pembedaan tersebut, yang jelas dalam pemilu dan demokrasi kekuatan uang  menjadi sangat menentukan dan segala-galanya. Apa konsekuensi dari kenyataan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan politik sejatinya adalah  untuk mewujudkan idealisme bagi  masyarakat dan Negara. Namun dalam prakteknya  politik adalah untuk mempengaruhi dan menggiring pilihan dan opini masyarakat dengan segala cara. Sehingga, seseorang dan sekelompok orang bisa meraih kekuasaan dengan pilihan dan opini masyarakat yang berhasil di bangunnya atau dipengaruhinya. Ini memerlukan modal atau dukungan pemilik modal. Sehingga wajar jika seseorang dan partai perlu mengarahkan dana yang tidak sedikit. Konon untuk mendapatkan kesempatan menjadi caleg parpol tertentu  seseorang harus merogoh uang sekitar 500 juta rupiah yang disumbangkan kepada partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri tempat lahirnya demokrasi, Amerika Serikat selalu mencetak rekor dana kampanye terbesar. Untuk biaya kampanye obama saja hampir menyentuh angka fantastis yaitu satu triliun dolar AS (tribun-timur.com.19/10/08)&lt;br /&gt;Fakta itu juga berlaku di Indonesia, sebuah partai atau seorang kandidat harus berkampanye dan melakukan berbagai aktifitas untuk membangun citra, popularitas dan simpati masyarakat. Hal demikian jelas memerlukan dana yang tidak sedikit. Apalagi masyarakat di negeri ini bukanlah masyarakat yang ideologis oleh karena itu politik “pencitraan “ dianggap penting dan perlu tidaklah mengherankan jika kerap  saat ini melihat banyak tokoh-tokoh yang sebelumnya tidak kita kenal mulai bermunculan mengiklankan dirinya. . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik demokrasi memang memerlukan biaya yang sangat besar cobalah kita menghitung di negeri ini setidaknya dilaksanakan 500 kali Pemilu dalam 5 tahun. Dapatkah kita membayangkan betapa besar dana yang akan di keluarkan, mulai dari persiapan, kampanye hingga pelaksanaan pemilu yang hasilnya tidak selalu signifikan dengan kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu menjelma menjadi ajang pertaruhan yang besar. Namun sangat sulit untuk mengharapkan ketulusan dan ketidakpamrihan dari investasi dan resiko yang ditanggung politisi. Tidak ada makan siang yang gratis. Politisi yang menang tentu akan membalas jasa orang-orang yang memiliki ”Saham” atas kemenangannya. Dan yang menjadi prioritas adalah dirinya, keluarganya, kolega dan penyumbang dana kampanye. Politisi berusaha menyenangkan semua pihak yang mendukungnya selama ia menduduki jabatan. Dalam perkara ekonomi, politisi akan mengeluarkan kebijakan yang menjaga kepentingan bisnis para pengusaha. Lalu bagaimana dengan rakyat ? Rakyat kebanyakan akan menjadi penonton dan subyek yang kecewa karena hanya dimanfaatkan sesaat untuk memberikan suaranya di pemilu setelah hati dan pikirannya dimanipulasi sedemikian rupa dengan citra dan janji-janji manis yang palsu. Jadi jika kita lihat realitanya demokrasi adalah dari uang untuk uang dan oleh uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenyataan demikian membuat pemerintah  yang terpilih   sulit melakukan Public Service Obligation (PSO) dalam bidang pendidikan dan kesehatan secara maksimal. Karena jika pemerintah melakukan kewajibannya melayani public, maka akan banyak perusahaan di bidang kesehatan dan pendidikan yang akan mati bisnisnya. Sebagai contoh: perusahaan farmasi, pebisnis rumah sakit, pebisnis sekolah, pebisnis belajar, perusahaan penerbitan buku pelajaran, dan perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan dan pendidikan akan bangkrut. Rakyatpun terpaksa tetap  harus menanggung biaya yang mahal atau pajak yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kekayaan umat dikuasai oleh segelintir orang yang tidak lain adalah para pemegang saham politik. Sehingga Sumber daya seperti laut, sungai, hutan,  sumber daya energi dan mineral dikuasai sekelompok individu. Kebijakan privatisasi, divertasi, Penerimaan Modal Asing (PMA) dan berbagai pemberian konsesi dan kontrak kerja membuat jalan penguasaan oleh swasta begitu mulus dan tidak dirasakan umat kerugiannya.   Semua fakta tersebut merupakan konsekwensi dari penerapan demokrasi yang telah menjadi sebuah industri, ajang investasi dan balik modal (return of investment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Demokrasi juga menyimpan paradoks Apa yang menimpa  FIS, partai Islam di Aljazair, yang berhasil menang pemilu secara demokratis di sana dibungkam hanya karena FIS ingin menerapkan syariah dan tujuan ini dikatakan bertentangan dengan demokrasi. Apa yang menimpa HAMAS di Palestina sekarang ini juga hampir sama. Meskipun menang secara demokratis, pemerintah HAMAS dilemahkan karena tidak sejalan dengan kepentingan Barat. Di Perancis, jilbab dilarang karena dianggap mengancam sekulerisme. Invasi AS ke Irak yang tidak beralasan dan memiliki bukti yang cukup pun dianggap sah meskipun mayoritas manusia tidak menginginkannya. Kasus penghinaan terhadap Rasulullah dianggap sebagai salah satu perilaku kebebasan berekspresi.Untuk kasus negeri ini mayoritas muslim yang menolak kenaikan BBM tidak digubris termasuk juga  penolakan pornografi dan pornoaksi. Oleh karena itu klaim kebebasan dalam  demokrasi hanyalah kebebasan semu yang digunakan oleh negara Barat dan kelompok sekuler untuk kepentingannya sendiri. &lt;br /&gt; Memang benar pada beberapa negeri yang menerapkan demokrasi terdapat kemajuan namun pada saat yang bersamaan umat menuju kepada kehancuran. Demokrasi bukanlah sistem yang terbaik. Akan tetapi manusia memerlukan  sistem hukum terbaik yaitu sistem yang berasal dari Allah dan menerapkan syariat Allah.melalui sistem khilafah  . “Dan hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”.&lt;br /&gt;Wallahu alam bis Shawab.  &lt;br /&gt;Penulis adalah aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-3876606708402772112?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/3876606708402772112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=3876606708402772112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/3876606708402772112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/3876606708402772112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/12/demokrasi-sebuah-paradoks.html' title='DEMOKRASI: SEBUAH PARADOKS'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5241347847638372661</id><published>2008-09-28T14:36:00.001+08:00</published><updated>2008-09-28T14:39:45.087+08:00</updated><title type='text'>SUDAHKAH KITA BERTAQWA?</title><content type='html'>Perputaran titik waktu menuju momentum Ramadhan adalah sangat istimewa bagi setiap muslim karena sebagaimana yang dikhutbahkan oleh Rasulullah saw pada bulan itu Allah swt akan menaungi kaum muslim dengan segala keagungan dan keberkahan. Begitu banyak bonus pahala yang Allah swt tebarkan di bulan ini. Tidak cukup berhenti di situ, pada bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu malam lailatul Qadr. Wajarlah jika kemudian kaum muslimin menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan menghiasinya  dengan serangkaian aktivitas yang bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini kita telah berada dititik-titik terakhir pada momen kemuliaan bulan ini. Para shahabat di masa Rasulullah saw yang merupakan generasi terbaik dan patut untuk diteladani, selalu merasa sedih bahkan menangis ketika mereka akan berpisah dengan  bulan Ramadhan. Karena harus  berpisah dengan bulan ampunan, bulan yang penuh dengan rahmat,kemuliaan dan keberkahan , berpisah dengan momen terindah berupa kelezatan ibadah di bulan ini. Sehingga  merekapun selalu  berharap dan berdoa agar  dapat bertemu dengan Ramadhan ditahun berikutnya. Mereka sangat memahami akan sabda  Rasulullah saw yang mengatakan bahwa seandainya seorang Muslim mengetahui rahasia keagungan/keutamaan bulan Ramadhan, ia pasti akan meminta kepada Allah agar sepanjang tahun dijadikan bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak sedikit kaum muslimin pada masa kini yang justru merasa gembira di tinggal bulan Ramadhan karena merasa telah terbebas dari ”belenggu Ramadhan”. Karena mungkin selama Ramadhan ia tidak bebas membuka aurat di tempat umum, tidak bebas berlenggak-lenggok di atas panggung, tidak bebas pacaran, tidak bebas berbohong, tidak bebas korupsi  dan tidak bebas dalam melakukan kemaksiatan lainnya. Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui lisan mulia Rasulullah saw, Allah telah mengabarkan  kepada kita bahwa mereka yang menunaikan ibadah puasa secara benar selama bulan Ramadhan akan terlahir kembali seperti bayi yang tidak berdosa kembali suci. Sehingga hanya mereka yang telah berpuasa secara benar sajalah yang layak untuk bergembira dan meraih hari kemenangan  yakni Idul Fitri yang berarti kembali fitrah. Artinya kegembiraan bakda Ramadhan bukanlah karena  bebasnya kita dari  Ramadhan melainkan gembira karena ibadah puasa yang telah  dijalaninya dengan baik dan benar yang membuat ketaatannya pada Allah semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk kita renungkan bersama,  sudahkah diri kita, keluarga kita bahkan masyarakat muslim bangsa ini berpuasa secara benar sehingga layak untuk meraih kemenangan?Seperti apakah gambaran mereka yang telah berpuasa secara benar itu?Allah swt telah berfirman dalam Al-Baqarah 183 bahwa  Disyariatkannya puasa Ramadhan adalah agar dapat mencapai derajat Taqwa. Dengan kata lain mereka yang telah berpuasa dengan benar di cirikan dengan mereka yang telah mendapat buah dari puasa ramadhan yaitu taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ciri daripada orang yang bertaqwa sebagaimana yang dikatakan Imam Hasan Bashri bahwa orang yang bertaqwa berarti takut dan menghindari apa yang diharamkan Allah dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan Allah.Menjaga benar-benar perintah dan menjauhi larangan. Imam Ibnu katsir mencirikannya dengan menukil sabda Rasulullah saw: ”Seorang hamba tidak dapat mencapai kedudukan muttaqin kecuali jika dia telah meninggalkan perkara-perkara mubah lantaran khawatir terjerumus kedalam dosa” (HRTirmidzi dan Ibnu Majah, )&lt;br /&gt;Orang yang bertawa sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 4 adalah  mereka yang beriman kepada Kitabullah dan meyakini akan adanya negeri akhirat. Yaitu mereka yang menjadikan Al-Quran sebagai tuntunan hidup dan mengutamakan kehidupan akhirat dengan menundukkan hawa nafsu mereka dalam kehidupan dunia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang bertaqwa dicirikan demikian lantas apakah kita bahkan bangsa kita yang mayoritas muslim ini telah memenuhi kriteria tersebut?Sudahkah ada dalam diri kita keluarga kita dan bangsa kita ketaatan yang total kepada Allah tanpa ada keraguan sedikitpun didalam hatinya untuk menjalankan Islam secara kaffah, bukan hanya dalam masalah akhlak semata melainkan secara total baik dalam masalah keimanan(akidah) maupun syariat; seperti hukum tentang ibadah, makanan, minuman, berpakaian,sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, budaya, pemerintahan dan lain sebagainya secara ikhlas dan tawakkal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah kita justru enggan untuk disebut sebagai makhluk dan bangsa yang bertaqwa?Kita hanya mau mengamalkan perintah Allah yang sesuai dengan selera kita saja. Jangankan menerapkan hukum Allah secara totalitas menerapkan perda bernuansa syariahpun tidak jarang kaum muslimin seperti dibayangi ketakutan bahkan cenderung memberikan stigma negatif. Astagfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ramadhan mendidik kita untuk menundukkan hawa nafsu dan mementingkan kehidupan akhirat,lantas kepada siapakah ketundukan dan ketakutan kita selama ini?Apakah kita maupun bangsa ini lebih tunduk kepada perintah Allah ataukah justru lebih cenderung tunduk kepada kepentingan negara asing yang benci kepada tegaknya hukum-hukum Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ramadhan dikatan Syahrul Quran dan diyakini Al-Quran sebagai pedoman hidup, sudahkan Al-Quran kita jadikan sumber hukum atas segala persoalan yang menimpa manusia  di negeri ini baik persoalan individu maupun persoalan bermasyarakat dan bernegara ? Atau justru kita sudah menganngap bahwa aturan Allah yang termaktub dalam Al-Quran sudah tidak relevan lagi dengan realitas kekinian sehingga perlu ditafsir ulang agar sesuai dengan selera hawa nafsu kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bersama instropeksi diri. Berhati-hatilah kita agar tidak termasuk dalam golongan mereka yang dalam sabda nabi saw dikatakan”Betapa banyak mereka yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa melainkan lapar dan haus semata”.(wallahu’alam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5241347847638372661?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5241347847638372661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5241347847638372661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5241347847638372661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5241347847638372661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/09/sudahkah-kita-bertaqwa.html' title='SUDAHKAH KITA BERTAQWA?'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5793827199925899891</id><published>2008-06-01T07:03:00.006+08:00</published><updated>2008-06-28T23:43:25.725+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah'/><title type='text'>LIMA PERKARA TOLAK AHMADIYAH</title><content type='html'>Membaca tulisan Shamsir Ali di &lt;a target="new"href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=334863&amp;kat_id=16&amp;kat_id1=&amp;kat_id2="&gt;Harian Republika&lt;/a&gt;, Jumat (23/5), pada kolom opini yang berjudul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmadiyah Menjawab&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, saya memandang perlu menanggapinya karena penuh dengan penipuan dan penyesatan. Shamsir hanya mengemukakan sejumlah persamaan antara Ahmadiyah dan Islam sambil menyembunyikan segudang perbedaan keduanya. Lalu, dia mengambil kesimpulan Ahmadiyah sama dengan Islam. Padahal, antara Ahmadiyah dan Islam tidak berarti bahwa Ahmadiyah itu sama dengan Islam, sebagaimana banyaknya persamaan antara monyet dan manusia tidak berarti monyet itu sama dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menyoroti tulisan Shamsir terkait lima persoalan. &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, soal kenabian. Ahmadiyah memang mengakui Muhammad SAW nabi dan rasul, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai penutup para nabi. Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Khaatamun Nabiyyiin, tetapi dengan makna stempel para nabi atau semulia-mulianya para nabi, bukan dengan arti penutup para nabi. Kalaupun Ahmadiyah terkadang menerima Muhammad sebagai penutup para nabi, dibatasi hanya nabi yang membawa syariat yang ditutup, sedang nabi yang tidak bawa syariat tetap ada sampai akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Tadzkirah hal 493 baris 14 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dijadikan sebagai rasul dan di hal 651 baris ketiga tertulis bahwa Allah memanggil MGA dengan panggilan Yaa Nabiyyallaah (Wahai Nabi Allah). Shamsir Ali pura-pura memuji Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang istimewa dan termulia, padahal dalam kitab Tadzkirah hal 192, 368, 373, 496, dan 579 disebutkan bahwa MGA makhluk terbaik di alam semesta yang mendapat karunia Allah yang tidak pernah didapat oleh selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shamsir juga menyatakan MGA Al-Masih. Padahal, dalam Tadzkirah disebutkan MGA bukan hanya Al-Masih, tapi MGA adalah Al-Masih putra Maryam ( Hal 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637, dan 639). Di sini Shamsir Ali berusaha menyembunyikan keanehan akidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Tadzkirah hal 412 baris kedua dan hal 436 baris 2-3 tertulis bahwa MGA disamakan dengan anak Allah dan di hal 636 baris 13 disamakan pula dengan ’Arsy. Tadzkirah menyebutkan kedudukan MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (hal 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395, 496, 579, 636). Lalu MGA menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, lalu MGA yang menciptakan langit dan bumi (hal 195-197, 696 dan 700). Di hal 51 baris 4 tertulis firman Allah kepada MGA Yaa Ahmad yatimmu ismuka wa laa yatimmu ismii (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku). Lihat juga di hal 245, 277, dan 366.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, soal Kitab Suci. Ahmadiyah memang mengakui Alquran Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci terakhir. Kalaupun Ahmadiyah mengakui Alquran sebagai Kitab Suci terakhir, dibatasi hanya sebagai wahyu syariat yang terakhir, sedang wahyu nonsyariat tetap ada sampai akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmadiyah, kitab Tadzkirah kumpulan wahyu suci dari Allah SWT kepada MGA yang kedudukannya sama dengan Kitab Suci. Shamsir Ali boleh mengelak tentang penisbahan penulisan Tadzkirah kepada MGA, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa isi kandungan Tadzkirah berasal dari MGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Tadzkirah menurut Ahmadyah kumpulan wahyu Allah SWT kepada MGA. Dia juga tidak bisa mengelak bahwa yang tulis, cetak, perbanyak, dan sebarluaskan Tadzkirah ke seluruh dunia adalah Ahmadiyah sendiri. Dalam 12 poin komitmen Ahmadiyah, Departemen Agama tertanggal 14 Januari 2008 dinyatakan Tadzkirah catatan pengalaman rohani MGA.&lt;br /&gt;Pada awal kitab Tadzkirah tertulis bahwa Tadzkirah adalah Wahyun Muqoddas (wahyu yang suci). Di hal 43 baris 8, tertulis ucapan MGA Khoothobani Robbii wa Qoola (Tuhanku bicara langsung kepadaku dan berfirman). Di Hal 278, 369, 376, dan 637 tertulis Allah menurunkan Tadzkirah di sekitar Qodiyan. Di hal 668 baris 12 tertulis MGA sama dengan Alquran dan dia akan mendapatkan Al-Furqon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa disamakan antara Islam yang beriman bahwa Muhammad penutup para nabi dan Alquran Kitab Suci terakhir dengan Ahmadiyah yang beriman bahwa setelah Muhammad ada nabi baru bernama MGA, dan bahwa setelah Alquran ada kitab suci baru bernama Tadzkirah yang diturunkan kepada MGA di Qodiyan, India? Bagaimana pula bisa disamakan antara Islam yang berakidah lurus dan benar dengan akidah aneh Ahmadiyah yang meyakini MGA makhluk yang termulia, dan namanya lebih sempurna dari nama Allah serta MGA sama dengan ’Arsy dan anak Allah. Bahkan, menyatu dengan Allah dan jadi Allah? Ini persoalan ushuluddin yang sangat prinsip dan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, soal Ahmadiyah antek kolonialisme, bukan fitnah, tapi MGA sendiri yang mengaku. Dalam kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karya MGA, Vol 3 Hal 21, MGA menyatakan kesediaan berkorban nyawa dan darah bagi Inggris yang saat itu menjajah India. Di hal 166 pada volume yang sama, MGA mewajibkan berterima kasih kepada Inggris yang diakui sebagai pemerintah yang diberkahi. Di volume 8 Hal 36, MGA mengaku sebagai pelayan setia Inggris, lihat juga di volume 15 Hal 155 dan 156. Puncaknya di volume 16 hal 26 dan vol 17 hal 443, MGA menghapuskan hukum jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1857 tatkala terjadi pemberontakan besar yang dilakukan kaum Muslimin India terhadap penjajah Inggris, ayah MGA yang bernama Ghulam Murtaza (Murtadha) ikut pasukan Inggris untuk membantai kaum Muslimin. MGA sendiri yang cerita dalam kitab Tuhfah Qaishariyah hal16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Ahmadiyah disayang dan dipelihara Inggris hingga hari ini. Itu pula yang menjadi sebab Belanda tertarik menghadirkan Ahmadiyah di Indonesia pada 1925. Para pelajar Jawa dan Sumatra di India yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai pembawa Ahmadiyah ke Indonesia hanya kamuflase. Intinya mereka antek Belanda.&lt;br /&gt;Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis, dan Jepang di Indonesia tidak ada seorang Ahmadiyah pun yang terlibat. Ada pun nama seorang Ahmadiyah yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai anggota Panitia Pemulihan Pemerintahan RI dan mendapat Bintang Jasa Kehormatan dari Pemerintah RI masih harus diteliti dan diperiksa kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun benar, itu tidak berarti menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Banyak antek penjajah saat menjelang kemerdekaan RI balik badan secara tiba-tiba untuk mendukung Pemerintah RI. Mereka menyalip di tikungan dan menjadi pahlawan kesiangan. Mereka pengkhianat yang mencari selamat dan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, soal legalitas Ahmadiyah di Indonesia. Ahmadiyah pernah dilegalkan berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No JA / 23 / 13 tertanggal 13 Maret 1953 yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No 26 tanggal 31 Maret 1953. Tapi, patut diperhatikan, SK itu kadaluwarsa dan secara hukum tidak berlaku dengan adanya Perpres No 1 Tahun 1965 tentang Penodaan Agama dan KUHP Pasal 156a tentang Penistaan Agama. Karenanya, legitimasi Ahmadiyah terus dikoreksi secara berturut-turut melalui berbagai SK yang melarang Ahmadiyah di berbagai daerah, antara lain SK Kejari Subang, Jabar, Tahun 1976, SK Kejati Sulsel Tahun 1977, SK Kejari Lombok Timur Tahun 1983, SE Dirjen Bimas Islam, Depag, Tahun 1984, SK Kejari Sidenreng, Sulsel, Tahun 1986, SK Kejari Kerinci, Jambi, Tahun 1989, SK Kejari Tarakan, Kaltim, Tahun 1989, SK Kejari Meulaboh, Aceh Barat, Tahun 1990, SK Kejati Sumut Tahun 1994, SKB Muspida Kuningan, Jabar, Tahun 2003, SKB Muspida Bogor, Jabar, Tahun 2005, Rekomendasi Bakorpakem 18 Januari 2005 tanggal 16 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, soal prestasi dunia Ahmadiyah. Shamsir begitu bangga dengan banyaknya cabang Ahmadiyah di dunia, pembangunan tempat ibadah, sekolah, stasiun televisi, dan sebagainya. Lalu, dia menjadikan semua itu sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah.  Apakah keberhasilan Yahudi dan Nashrani di dunia berarti mereka benar dan lurus? Sekali-kali tidak. Islam sangat menghargai kebebasan beragama, tapi Islam tidak pernah menolerir penodaan agama. Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan dan gangguan terhadap umat agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama lain, seperti Kristen , Budha, dan Hindu memiliki agama dan konsep ajaran sendiri sehingga mesti dihargai dan dihormati serta tidak boleh diganggu selama mereka tidak mengganggu Islam. Sedang Ahmadiyah mengatasnamakan Islam, tapi menyelewengkan ajaran Islam sehingga mereka sudah menyerang, mengganggu, dan merusak Islam. Itulah penodaan agama. Karenanya, mereka mesti dilawan dan dilenyapkan untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini ditulis oleh &lt;strong&gt;Habieb Muhammad Rizieq Syihab Lc MA &lt;/strong&gt;Ketua Umum Front Pembela Islam/Ketua Rabithoh ‘Alawiyah dan Anggota Majelis A’la Dewan Imamah Nusantara serta Kandidat Doktor Bidang Syariah di Universiti Malaya disitasi dari &lt;a href="http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=335555&amp;amp;kat_id=16"&gt;Republika&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5793827199925899891?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5793827199925899891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5793827199925899891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5793827199925899891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5793827199925899891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/06/lima-perkara-tolak-ahmadiyah.html' title='LIMA PERKARA TOLAK AHMADIYAH'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-7183035034261244102</id><published>2008-05-27T22:53:00.001+08:00</published><updated>2008-06-01T07:20:56.313+08:00</updated><title type='text'>Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire [2]</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Oleh: Amran Nasution *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 22 Mei 2008&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM, obral BUMN tak lain hanya untuk menjalankan agenda kapitalisme laissez-faire. Bisa-bisa, pompa bensin milik perusahaan asing bertumbuhan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sebelumnya menjelaskan, akibat penerapan ideologi kapitalisme-laissez-faire --atau dikenal sebagai sistem ekonomi liberal-- yang dianut pemerintah kita, dalam prakteknya, sistem ini menyebabkan orang kaya bertambah kaya, orang miskin bertambah miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raksasa Carrefour dan Kios Eceran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Krisis ekonomi yang menimpa Asia pada 1997, jelas momentum yang ditunggu-tunggu oleh operator utama sistem kapitalisme global – IMF, Bank Dunia, dan WTO – dan itu dengan lengkap dilaporkan Klein di dalam The Shock Doktrine. Operasi IMF di Indonesia, misalnya, ditulis detil. Bagaimana IMF yang katanya datang untuk mengobati krisis, ternyata bekerja lebih untuk kepentingan ideologi kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana deregulasi, privatisasi, dan berbagai perangkat ideologi laissez-faire dipaksakan. Dan untuk itu, menurut The Shock Doktrine, IMF bisa sukses karena bekerja sama dengan kelompok Mafia-Berkeley di Indonesia yang dipimpin Profesor Widjojo Nitisastro (halaman 271). Biarlah sejarah kelak membuktikan, apakah tindakan kelompok Mafia-Berkeley itu penghianatan kepada bangsa Indonesia, atau tidak.&lt;br /&gt;Sejak itu, bukan rahasia lagi kalau banyak undang-undang kita yang amat liberal disahkan DPR atas pesanan IMF. Dikabarkan sejumlah draf undang-undang disiapkan NDI (National Democratic Institute for International Affairs), organisasi yang dibentuk dan dibiayai pemerintah Amerika Serikat – dekat dengan Partai Demokrat – dengan dalih untuk menyebarkan demokrasi di negeri berkembang. Dulu NDI sempat punya ruang khusus di Gedung DPR-RI. Jadi DPR kita tinggal mengetuk palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi IMF dalam krisis ekonomi Asia amat menakjubkan. Dalam tempo 20 bulan, terjadi 186 merger dan aquisisi (pengambil-alihan) atas perusahaan-perusahaan negeri yang dilanda krisis -- Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan -- oleh perusahaan multi-nasional, terutama dari Amerika Serikat. Itu tercatat sebagai aquisisi terbesar yang pernah terjadi di dunia. Merrill Lynch dan Morgan Stanley, perusahaan Amerika yang banyak berperan sebagai agen merger dan aquisisi itu, panen keuntungan komisi yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carlyle Group yang suka merekrut ‘’pensiunan’’ pejabat tinggi Amerika – mulai bekas Menlu James Baker sampai bekas Presiden George H.W.Bush – sebagai konsultan, memborong perusahaan telkom Daewoo dan perusahaan informasi Ssangyong. Yang disebut terakhir merupakan salah satu perusahaan teknologi tinggi terbesar di Korea Selatan. Dengan menguasai perusahaan itu, Carlyle menjadi pemegang saham mayoritas di shalat satu bank terbesar di negeri ginseng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua transaksi itu tak normal, atau dengan kata lain dijual obral. Sekadar contoh, perusahaan mobil Korea Daewoo yang sebelum krisis bernilai 6 milyar dollar, waktu itu diambil-alih perusahaan mobil Amerika, General Motor, hanya dengan 400 juta dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, sistem penyediaan air minum dikavling oleh Thames Water dari Inggris dan Lyonnaise des Eaux dari Perancis. Westcoast Eergy dari Kanada menguasai proyek pembangkit listrik yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak IMF menguasai Indonesia, perusahaan raksasa pengecer Carrefour dari Perancis masuk ke sini, menyapu perusahaan lokal yang sudah lama ada, seperti Golden Truly atau Hero, atau perusahaan kecil-kecil di pasar tradisional Tanah Abang dan Cipulir, yang jumlahnya begitu banyak. Nasib mereka tambah parah karena kemudian super-market raksasa dari Malaysia, Giant, hadir kemari. Dia telan Hero yang memang sudah ngos-ngosan. Itulah hasil konkret reformasi 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata itu belum cukup. Belum lama, perusahaan Perancis itu membeli Alfa-Mart, super-market yang aktif masuk ke pedesaan. Dengan demikian, kini Carrefour dengan bebasnya akan menghancurkan kios eceran di desa-desa. Itulah laissez-faire yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena laisses-faire, Presiden SBY lebih memilih menyerahkan proyek minyak dan gas di Cepu yang amat menguntungkan kepada Exxon-Mobil, perusahaan minyak terbesar dan tertua Amerika Serikat, daripada kepada Pertamina, perusahaan BUMN milik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah resep-resep IMF ditrapkan, artinya prinsip kapitalisme laissez-faire dilaksanakan, menurut The Shock Doktrine, justru penduduk miskin bertambah 20 juta orang di Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Pengangguran meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi buruh internasional ILO, mencatat terjadi 24 juta penganggur baru. Itu justru terjadi pada masa puncak pelaksanaan reformasi IMF. Di Indonesia, angka pengangguran meloncat dari 4% menjadi 12%, dan dua tahun kemudian melambung tiga kali lipat. Setiap bulan ada 60.000 buruh di Thailand dan 300.000 buruh di Korea Selatan yang harus diberhentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik angka-angka statistik itu banyak kisah mengharukan, terutama menimpa anak-anak dan perempuan. Di pedesaan Korea Selatan dan Filipina banyak orang tua harus menjual anak gadisnya kepada pedagang manusia, untuk kemudian dijadikan pelacur di Australia, Eropa, dan Amerika Utara. Di Thailand, pejabat kesehatan melaporkan hanya dalam setahun terjadi peningkatan pelacuran anak-anak sebesar 20%. Data yang mirip terjadi di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, ini semua cerita masa lalu. Sekarang, krisis baru terjadi lagi karena harga minyak meningkat di atas 120 dollar/barel. Dunia kian terguncang setelah harga pangan ikut menggila. Artinya, berdasarkan tesis The Shock Doktrine, kapitalisme global dan para operatornya sekarang sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini apalagi yang mau direformasi? Sejak 1998, Indonesia sudah menjadi shalat satu negara kapitalisme laissez-faire paling liberal di dunia. Lihatlah berbagai undang-undang yang dilahirkan DPR, semua liberal. Mulai UU Migas, UU privatisasi air, Pendidikan, Pertanahan, dan terakhir Undang-Undang Pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena liberalisme, siapa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri harus menyediakan uang Rp 100 juta. Habis bagaimana lagi, kampus sedapat mungkin harus membiayai diri sendiri. Dengan demikian, anak petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, jangan harap bisa mendaftar ke sana. Padahal kalau tak universitas negeri kemana lagi mereka belajar untuk meningkatkan taraf hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, dengan sistem ini orang miskin sampai kapan pun akan terus miskin. Hampir tertutup kemungkinan bagi mereka melakukan mobilitas vertikal lewat pendidikan. Inilah kemiskinan yang diciptakan oleh sebuah struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Universitas Gajah Mada (UGM) dijuluki Ndeso karena banyak anak desa kuliah di sana, sudah berakhir. Institut Pertanian Bogor (IPB) serupa. Zaman ketika anak-anak desa dari seluruh Indonesia berlomba-lomba belajar ke sana, kini agaknya sudah menjadi nostalgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan minyak Pertamina yang dulu perkasa kini sudah dirontokkan. Bulog yang dulu efektif sebagai penjamin stabilitas pangan sudah tamat riwayatnya. Bahwa akibatnya rakyat bertambah melarat dan segelintir konglomerat berlipat-ganda kekayaannya, itu soal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah bisnis Forbes, 13 Desember 2007, menulis sepanjang tahun lalu kekayaan para konglomerat Indonesia meloncat dua kali lipat. Sungguh fantastis. Jadi kalau BPS menyodorkan angka pertumbuhan ekonomi kita tahun ini sekian persen, percayalah, itu berasal dari pertumbuhan kekayaan konglomerat kita. Bukan pertumbuhan kekayaan rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menakjubkan adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie. Pemilik perusahaan kelompok Bakrie itu, kekayaan bersihnya tahun lalu meroket empat kali lipat. Itu menjadikannya sebagai orang terkaya Indonesia, dengan kekayaan 5,4 milyar dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Aburizal punya lampu Aladin? Sebuah artikel di Asia Times Online, 22 Juli 2006, sebenarnya sudah pernah membongkar rahasia lampu Aladin itu. Antara lain, karena politik dan bisnis di Indonesia di zaman Presiden SBY, tak terpisah melainkan menyatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang begitulah yang selalu terjadi di negeri dengan sistem laissez-faire. Begitulah Rusia di zaman Boris Yeltsin dulu. Para konglomerat dalam tempo singkat mendadak jadi kaya-raya, sampai Vladimir Putin datang menertibkannya. Para konglomerat itu kini lari ke luar negeri atau masuk penjara di Siberia. Tapi nantilah dalam kesempatan lain soal ini dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata kaum kapitalisme laissez-faire, masih ada status-quo yang tersisa di Indonesia. BBM belum sepenuhnya mengikuti harga pasar dan perusahaan BUMN masih eksis. Mumpung suasana shock akibat kenaikan harga minyak dan krisis pangan masih berlangsung, sektor hilir pertambangan harus direformasi. Artinya, pemerintah harus menaikkan harga BBM, dan BUMN harus diobral. Semuanya harus dilakukan sekarang, mumpung krisis masih terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kurang jelas? Silahkan berkeliling Jakarta dan sekitarnya. Lihatlah bagaimana perusahaan minyak internasional Shell, dan Petronas dari Malaysia, telah dan sedang membangun sejumlah pompa bensin raksasa. Kabarnya izin yang dikeluarkan pemerintah sudah lebih 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pSemua pompa bensin Shell atau Petronas itu buka sampai malam dengan lampu yang terang-benderang, tapi betul-betul sepi pembeli. Seharian puluhan petugasnya yang berseragam hanya duduk-berdiri sampai capek sendiri, tak pernah melayani konsumen. Coba dicek, penghasilannya setiap bulan, mungkin tak cukup walau untuk sekadar membayar rekening listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi karena mereka hanya menjual BBM non-subsidi yang konsumennya hanya segelintir mobil mewah milik orang kaya. Bahwa mereka terus membangun pompa bensin baru, pasti karena ada jaminan subsidi minyak akan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian mereka bisa bersaing bebas dengan pompa bensin Pertamina milik pengusaha lokal yang selama ini menguasai pasar karena menjual BBM bersubsidi. Bila itu terjadi, pompa bensin multi-nasional yang raksasa itu pasti dengan mudah menelan pompa bensin lokal yang kecil-kecil. Kasus Carrefour merontokkan Hero atau pedagang Tanah Abang, akan berulang. Itu sebabnya Shell dan Petronas dengan sabar menunggu laissez-faire. Cukup jelas? [habis/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Direktur Institute for Policy Studies. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-7183035034261244102?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/7183035034261244102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=7183035034261244102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/7183035034261244102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/7183035034261244102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/05/laissez-faire-pak-sby-laissez-faire-2.html' title='Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire [2]'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5095733588513322191</id><published>2008-05-27T22:49:00.000+08:00</published><updated>2008-05-27T22:52:27.237+08:00</updated><title type='text'>Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire [bagian 1]</title><content type='html'>Oleh: Amran Nasution *&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Rabu, 21 Mei 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM, obral BUMN tak lain hanya untuk menjalankan agenda kapitalisme laissez-faire. Bisa-bisa, pompa bensin milik perusahaan asing bertumbuhan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Harga bahan bakar minyak (BBM) naik akhir Mei 2008. Itu sudah keputusan Pemerintah SBY–YK. Mahasiswa bisa saja menolak dan melakukan demonstrasi merata hampir di seluruh Indonesia, dari Padang sampai Kendari, dari Jakarta sampai Ternate. Tapi harga bensin tetap harus naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom atau pengamat bisa saja protes. Kwik Kian Gie siap dengan hitung-hitungan bahwa tak betul rakyat disubsidi lewat harga BBM. Pemerintah ternyata sudah memperoleh keuntungan berlipat-lipat selama ini, dengan menjual bensin Rp 4500/liter. ‘’Mau debat dengan siapa saja, di mana saja, dari dulu saya siap. Tapi mereka diam saja,’’ kata mantan Kepala Bappenas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom dan anggota DPR Drajat Wibowo bisa saja bersikukuh tak ada masalah dengan APBN sekali pun harga BBM tak naik. Ia ajari cara menyusun APBN, antara lain, dengan menunda pembayaran cicilan utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu Drajat ingin menunjukkan adalah bohong pernyataan yang menyebutkan APBN akan jebol kalau harga minyak tak dinaikkan. Ia prihatin, begitu harga BBM naik harga semua kebutuhan pokok turut naik pula.  Maka rakyat yang selama ini daya belinya sudah merosot, menjadi korban. Pengalaman kenaikan harga BBM tahun 2005, menunjukkan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah tak ada artinya, rakyat tetap saja bertambah miskin. BLT tampaknya memang sekadar proyek politik pencitraan – bahwa Presiden kita pemurah – guna menghadapi pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal rakyat sudah amat menderita. Percuma saja Biro Pusat Statistik (BPS) memilih-milih dan memilah-milah data untuk mendukung citra pemerintah. Semua orang tahu di mana-mana sekarang rakyat makan nasi aking. Berita radio, koran dan TV menunjukkan berapa banyak anak-anak kurang gizi dan kelaparan. Di Makasar, seorang ibu hamil meninggal dunia karena berhari-hari tak tersentuh makanan. Mereka tak mungkin diselamatkan hanya dengan data BPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, apa pun data BPS, faktanya Indonesia masuk indeks 60 negara gagal  2007 (failed state index 2007) yang disusun Majalah Foreign Policy bekerja sama dengan lembaga think-tank, The Fund for Peace. Majalah itu amat berwibawa, milik The Carnegie Endowment, think-tank dengan jaringan internasional paling luas di Amerika Serikat. Salah satu pendiri majalah itu adalah Profesor Samuel Huntington, ahli ilmu politik senior dari Harvard University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hendak dikatakan, Foreign Policy bukan majalah yang diterbitkan dari pinggir got. Indonesia memang betul-betul negara gagal, satu kelompok dengan Sudan, Somalia, Iraq, Afghanistan, Zimbabwe, Ethiopia, atau Haiti. Shalat satu ukurannya: pemerintah pusat sangat lemah dan tak efektif, pelayanan umum jelek, korupsi dan kriminalitas menyebar, dan ekonomi merosot. Nah, kalau mau jujur, memang begitulah persis potret negeri kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data indeks pembangunan manusia (human development index) dari badan PBB, UNDP, memberikan indikator serupa. Indonesia menduduki peringkat 107 dari 177 negara, jauh di bawah Singapore, Arab Saudi, Malaysia, atau Thailand. Malah kita di bawah Filipina, Vietnam, Palestina, atau Srilangka. Padahal Srilangka itu negeri rusuh karena pemberontakan Macan Tamil dan Palestina lebih rusuh lagi akibat penjajahan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun kenyataannya tetap saja harga minyak harus naik. Apakah rakyat tambah menderita seperti dikhawatirkan Kwik Kian Gie atau Drajat Wibowo dan kawan-kawan, tak ada mashalat bagi pemerintah. Soalnya, ini sudah tak bisa ditawar. Ini sebetulnya untuk kepentingan ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi? Barang siapa membaca buku terlaris dari Naomi Klein, The Shock Doctrine, The Rise of Disaster Capitalism (The Penguin Group, September 2007), akan terang-benderanglah motif sebenarnya di balik langkah pemerintah menaikkan harga BBM atau mengobral 37 perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kepada asing. Itu semata-mata untuk menegakkan ideologi kapitalisme-laissez-faire, atau di sini dikenal sebagai sistem ekonomi liberal, yang dianut pemerintah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sistem ekonomi pasar yang menyerahkan urusan ekonomi kepada perusahaan swasta dengan campur tangan pemerintah sebisa mungkin dihilangkan. Sistem ini menginginkan pemerintah tidur saja. Pemerintah tetap tak boleh mencampuri urusan ekonomi, sekali pun hanya untuk meningkatkan taraf hidup orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan ideologi ini, jika pemerintah mengurusi perekonomian orang miskin, itu sama artinya melakukan redistribusi kekayaan, menyebabkan orang menjadi malas dan kehilangan kreativitas. Kalau orang jadi miskin, biarkan saja miskin. Karenanya dia disebut sistem laissez-faire, dari bahasa Perancis: biarkan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khasnya: deregulasi, pajak rendah (terutama untuk pengusaha kaya, agar mereka lebih cepat melakukan akumulasi modal untuk meningkatkan kemampuan bersaing), swastaisasi/privatisasi, anti-subsidi, anti-pengaturan upah buruh minimal, dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang upah buruh, misalnya, serahkan saja kepada mekanisme pasar, jangan diatur-atur pemerintah atau serikat buruh. Mekanisme pasar akan bekerja menentukan upah yang pantas untuk buruh. Artinya, semua terserah pengusaha. Karena itu belum bisa terlaksana, dunia perburuhan kita memakai sistem buruh terputus (off-sourcing), sehingga posisi tawar pengusaha kuat ketika berhadapan dengan serikat buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi ini pertama kali dirumuskan ekonom Skotlandia, Adam Smith, di akhir abad ke-18. Tapi setelah ekonomi dunia dilanda krisiss dahsyat (great depression) di akhir 1920-an, mulai banyak negara meninggalkannya. Ideologi ini dituduh sebagai biang keladi kehancuran ekonomi, meski para pendukungnya selalu membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali berkibar di awal 1980-an, ketika Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Teatcher mengkampanyekannya, terutama untuk menghadapi sistem ekonomi komunisme Uni Soviet, dalam perang dingin. Maka ambruknya Uni Soviet, dengan simbol rubuhnya Tembok Berlin, 1989, diklaim sebagai kehebatan sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya sistem ini menyebabkan orang kaya bertambah kaya, orang miskin bertambah miskin. Dunia pun terus-menerus dilanda krisis ekonomi, mulai great depression sampai krisis yang melanda Asia 1997, atau Amerika Serikat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ahli berpendapat, multi-krisis yang melanda Amerika saat ini karena laissez-faire. George Soros, investor sukses pasar modal, termasuk berpendapat begitu. Padahal Soros justru dianggap simbol sukses kapitalisme global di tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naomi Klein, 38 tahun, aktivis, penulis dan wartawati terkemuka Kanada, lulusan London School of Economics, berhasil mengungkap sebuah metode dari sistem kapitalisme laissez-faire. Itu dikembangkan pemenang nobel ekonomi 1976, Profesor Milton Friedman, dan pengikutnya di Chicago School of Economics, University of Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klein menyebutnya Doktrin Kejut (The Shock Doctrine) dan itu yang ia jadikan judul buku setebal 558 halaman, dan banyak mendapat pujian. Sebuah artikel di Dow Jones Business News, Oktober 2007, menyebut The Shock Doctrine, The Rise of Disaster Capitalism (Doktrin Kejut, Bangkitnya Kapitalisme Bencana) sebagai buku terpenting tentang ekonomi di abad 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Chicago Boys&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini. Pada 2005, badai Katrina diikuti gelombang pasang meluluh-lantakkan New Orleans, kota berpenduduk 500.000 jiwa di tepi Sungai Mississippi, di tenggara Negara Bagian Louisiana. Hampir 2000 penduduk meninggal, rumah, jembatan, dan berbagai infrastruktur hancur. Inilah bencana alam dengan korban material terbesar di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Miltie – begitu Milton Friedman dipanggil hormat pengikutnya – ternyata punya pendapat tersendiri atas bencana itu.  Melalui kolom di koran The Wall Street Journal, 3 bulan setelah bencana, Paman Miltie menulis, ‘’Banyak sekolah di New Orleans rusak. Begitu juga rumah tempat anak-anak berteduh. Anak-anak terpencar di seluruh negeri. Ini adalah sebuah tragedi. Ini juga sebuah peluang.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bencana begitu dahsyat disebut Profesor Friedman sebagai peluang? Ternyata itu beralasan. Hanya dalam tempo 19 bulan, ketika banyak penduduk masih tinggal di pengungsian, sebuah kompleks sekolah telah berdiri di bekas sekolah negeri (public school) yang dihanyutkan badai. Sekolah itu dilengkapi berbagai fasilitas dan guru. Tapi ia bukan lagi sekolah negeri melainkan sekolah swasta yang didirikan pemodal. Reformasi pendidikan telah terjadi dengan gampang. Tanpa badai Katrina tak mudah memprivatisasi sekolah publik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bekas guru menyebut apa yang terjadi pada sekolah mereka sebagai perampasan lahan pendidikan. Naomi Klein menyebutnya aksi kapitalisme bencana (disaster capitalism). Ternyata sudah lebih tiga dekade Profesor Friedman dan pendukungnya yang biasa dijuluki The Chicago Boys, mentrapkan strategi itu: Menunggu datang krisis atau bencana lalu dengan cepat bergerak mereformasi status-quo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang berbau pemerintah dijadikan swasta (swastaisasi/privatisasi), ketika orang-orang masih dirundung kaget. Krisis bisa saja terjadi karena perang, bencana alam, teror, ambruknya pasar modal, atau krisis ekonomi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah esei menarik, Friedman menulis bahwa hanya krisis – aktual atau hanya persepsi – yang bisa menghasilkan reformasi sesungguhnya untuk mengubah status-quo. Maka di New Orleans, orang bersiap-siap dengan stok makanan dan air minum, sementara para pendukung Friedman datang dengan ide-ide pasar bebas (free-market). Friedman meninggal dunia setahun kemudian, November 2006, dalam usia 94 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riset Naomi Klein, diketahui bahwa pengalaman pertama Friedman mengeksploitasi krisis atau kejut (shock) terjadi pertengahan 1970-an, ketika Chili mengalami kudeta oleh Jenderal Augusto Pinochet. Negeri di Amerika Latin itu juga terkena trauma inflasi yang amat tinggi (hyperinflation). Friedman datang menasehati Diktator Pinochet untuk melakukan reformasi ekonomi dengan cepat: deregulasi, pemotongan pajak, perdagangan bebas, privatisasi BUMN, pemotongan anggaran sosial, antara lain, pemangkasan subsidi untuk rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dijalankan Diktator Pinochet dengan tangan besi. Maka Chili mengalami reformasi sistem ekonomi menjadi kapitalisme laissez-faire paling ekstrim yang pernah terjadi, dan dijuluki sebagai revolusi The Chicago School. Kebetulan sejumlah penasehat ekonomi diktator itu adalah bekas mahasiswa Friedman di Chicago University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naomi Klein mulai melakukan riset tentang ketergantungan kapitalisme pasar pada situasi krisis atau shock ketika Amerika Serikat menduduki Iraq, 2003. Penyerbuan itu betul-betul menimbulkan shock yang luar biasa bagi rakyat Iraq mau pun dunia. Lalu apa yang kemudian terjadi di negeri sosialis itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa: Privatisasi massif berbagai perusahaan pemerintah, penurunan pajak sampai tinggal 15%, deregulasi dan perampingan fungsi pemerintah secara dramatis, terutama menyangkut urusan ekonomi dan praktek perdagangan bebas, sebebas-bebasnya. Friedman dan The Chicago Boys berperan dari belakang. Ia diketahui berteman akrab dengan Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan Amerika waktu itu, dan sejumlah pemikir neo-konservatif yang mengelilingi Presiden George Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, militer saja diprivatisasi di Iraq. Pemerintah mengontrak perusahaan Amerika, Blackwater Worldwide – yang sebelumnya sudah terancam bangkrut – untuk proyek jasa pengamanan para kontraktor minyak dan proyek bisnis lainnya. Termasuk untuk mengamankan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan personalnya di kawasan zona hijau (Green-zone), Baghdad. Sekitar 30.000 pasukan Blackwater betul-betul mirip tentara dengan persenjataan lengkap berkeliaran di Baghdad dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan bayaran itu berhak menembak dan membunuh orang tanpa bisa diadili. Dia tak tunduk pada hukum Iraq, tidak pula pada hukum Amerika Serikat. Oktober lalu, DPR Amerika membuat undang-undang, bahwa kontraktor yang bekerja pada Pemerintah Amerika di daerah konflik di luar negeri, bertanggung-jawab pada hukum Amerika. Tapi Gedung Putih menolaknya, dan sampai kini undang-undang itu terkatung-katung di Senat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal September lalu, sejumlah pasukan Blackwater, pengawal konvoi pejabat Departemen Luar Negeri  Amerika Serikat yang berkunjung ke Baghdad, entah mengapa tiba-tiba menembaki kendaaran yang ada di jalan umum sekitarnya. Akibatnya, 17 orang meninggal, sejumlah lainnya luka-luka. Para pelaku penembakan sampai sekarang bebas tanpa diadili, dengan dalih belum ada undang-undangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Serangan dahsyat tsunami akhir 2004 di Sri Langka, tak luput dari inceran kaum kapitalis. Penanam modal asing bekerjasama dengan bank internasional memanfaatkan situasi panik akibat bencana, untuk menguasai garis-garis pantai yang indah. Di sepanjang pantai dengan cepat berdiri resor wisata yang megah, hotel, villa, motel, dan sebagainya, menyebabkan ratusan ribu nelayan yang semula mendiami kawasan itu, kini tergusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sekarang bagaimana sistem kapitalisme global bekerja untuk mencapai tujuan: memanfaatkan momentum trauma kolektif dari suatu krisis, musibah atau bencana, untuk melaksanakan rekayasa sosial dan ekonomi di berbagai belahan bumi. [berlanjut…/www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5095733588513322191?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5095733588513322191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5095733588513322191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5095733588513322191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5095733588513322191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/05/laissez-faire-pak-sby-laissez-faire.html' title='Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire [bagian 1]'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-1696623578432678672</id><published>2008-05-27T22:29:00.002+08:00</published><updated>2008-05-27T22:41:04.167+08:00</updated><title type='text'>Laporan Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, atas ijin dan pertolongan Allah akhirnya Saya berkesempatan mengikuti Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan pada hari ahad kemarin. &lt;em&gt;(Special big thanks to My husband, my daughter and my son)&lt;/em&gt;. Meskipun bukan panitia kegiatan tersebut,bagi saya menghadiri acara ini adalah penting dan perlu. Penting karena sepanjang perjalanan hidup saya mungkin ini adalah even terbesar yang dilaksanakan oleh kawan-kawan dari HTI Kalimantan Selatan. Saya sangat ingin melihat sekaligus merasakan secara langsung reaksi ummat terhadap ide-ide Islam sekaligus ingin mendapatkan suasana kegiatan. Karena jelas pasti akan berbeda suasana mereka yang dapat menyaksikan dengan yang tidak Wallahualam apakah Allah masih mengijinkan saya untuk dapat menyaksikan even dakwah yang lebih besar lagi .Belum lagi beberapa kenalan yang saya informasikan tentang kegiatan ini menyatakan kesediaan  untuk menghadiri kegiatan tersebut. Rasanya sangat janggal jika saya selaku  pengundang justru tidak berhadir.  Perlu karena  saya mendapatkan amanah yang telah Saya terima jauh hari sebelumnya untuk mendampingi undangan yang berhadir. Saya juga menginginkan mendapatkan pencerahan pemikiran dari pembicara yang berhadir mengingat mereka adlah orang penting dan beberapa diantaranya berskala nasional. Adalah wajar jika kami selalu diingatkan agar senantiasa memohon kepada Allah swt agar acara tersebut berlangsung sukses dan Saya diberikan kelapangan jalan untuk dapat berpartisipasi meskipun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, Allah Maha Besar, kerja keras panitia nampaknya tidak sia-sia. Peserta nampak berderet rapi menunggu giliran masuk. Bendera liwa dan roya terpasang  di beberapa jalan protocol.Saya mendengar dari seorang akhwat yang suaminya terlibat menjadi panitia. Dia berkata hamper tiap malam panitia bekerja keras apalagi diminggu terakhir. Saya jadi teringat pada masa lalu betapa sulit menjaring peserta untuk kegiatan dakwah. Dan kini…2300 kursi yang disediakan habis terisi. Nampaknya peserta yang mayoritas adalah staf pengajar sekolah antusias untuk mengikuti kegiatan ini &lt;em&gt;Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Acara konferensi dibuka oleh Gubernur Kal-sel melalui Kepala Dinas Pendidikan  propinsi kalsel Drs. H. Humaidi Syukri. Setelah acara &lt;em&gt;opening&lt;/em&gt; selesai  peserta di hibur dengan  aksi cabaret yang menggambarkan potret dunia pendidikan di Indonesia. Aksi yang dilakukan oleh anak SMU dan semua bintangnya laki-laki ini (nampaknya panitia benar-benar menjaga jangan sampai ada eksploitasi wanita) mencoba mengggambarkan persoalan dunia pendidikan kita mulai dari output pendidikan yang bermasalah seperti tawuran antar pelajar, narkoba dan kasus kenakalan remaja, profesi guru yang diremehkan dan jauh dari penghargaan,Biaya sekolah yang tidak bisa diakses oleh semua kalangan menyebabkan fenomena anak jalanan..   “&lt;strong&gt;Buka Mata Ini Nyata Hanya ada di Indonesia”&lt;/strong&gt; demikian salah satu kalimat yang sering diulang dalam aksi cabaret tersebut . Aksi cabaret ini mendapat applaus meriah dari peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sessi konferensipun dimulai . Bertindak untuk melakukan orasi pertama adalah Bapak Prof. Dr. Wahyu MS.selaku pakar pendidikan dengan judul makalah &lt;strong&gt;Deskripsi Kondisi Seabad Pendidikan Di Indonesia Pada Umumnya dan Kalimantan Selatan Khususnya&lt;/strong&gt;. Dalam orasinya beliau menggambarkan sejarah pendidikan di negeri ini sejak jaman Belanda hingga era reformasi. Beliau berpendapat bahwa masa depan Indonesia tidak akan cerah jika tidak diperbaiki melalui perbaikan dan pembangunan sektore pendidikan secara besar-besaran. Untuk menuju kearah demikaan sudah ada keputusan politik penting yang telah menganggarkan pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total APBN .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi kedua oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Drs. H. Humaidi Syukri dengan judul makalah yang berjudul &lt;strong&gt;Program-program Pendidikan Nasional yang Telah dan Akan Dilaksanakan Oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan&lt;/strong&gt;, beliau memaparkan visi, misi dan tujuan pendidikan Nasional, beliau juga memaparkan Kebijakan pendidikan di Provinsi Kalsel yang mengacu pada 3 pilar kebijakan yaitu: Pertama Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan   dimana untuk Angka Partisipasi Murni SD dan SLTP  di targetkan tuntas pada tahun 2009. Pada tahun 2007 APM SD(95,88) dan APK SLTA (72,34) dikatakan sudah melampaui target Nasional. Kedua Peningkatan Mutu Pendidikan diantaranya melalui Ujian Akhir Nasional.Ketiga Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik Pendidikan diantaranya dengan program sertifikasi dan perbaikan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi ketiga oleh Ir. Dwi Condro Triono pakar pendidikan Indonesia. Makalah beliau berjudul &lt;strong&gt;Pendidikan di Indonesia&lt;/strong&gt;. Beliau mengawali orasinya dengan bertanya kepada peserta bagaimana kondisi Indonesia apakah sangat baik ataukah sangat buruk peserta serempak menjawab sangat buruk. Beliau berpendapat bahwa sector pendidikan memilikiki tanggung jawab yang besar dalam menciptakan kondisi demikian. Sehingga jika ingin menuju kepada Indonesia yang lebih baik maka Pendidikannya harus baik. Beliau juga mengatakan meskipun di Indonesia target pendidikan yang dicanagkan pemerintah dapat dicapai tidak akan mapu menghantarkan negeri ini menuju kebangkitan.. Bangsa ini tetap menjadi bangsa jongos ujar beliau meminjam istilah Amien Rais jika paradigma pendidikan masih sekuler. Beliau berpendapat tingkatam ilmu pengetahuan yang dimiliki Indonesia baru sebatas tingkatan yang ke-3. Tiga tingkatan tersebut ialah: Tingkatan pertama yang hanya memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi obyek yang dapat terindra secara langsung. Adapun tingkatan kedua proses pendidikan memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi obyek yang tidak terindra secara langsung. Tingkatan ketiga proses pendidikan akan memberikan kemampuan untuk memanfaatkan produk pengetahuan yang diperoleh dari tingkatan kedua. Beliau menawarkan agar capaian pendidikan tidak terhenti sampai di tingkat ketiga melainkan dilanjutkan untuk mencapai tingkatan 4, 5 dan 6 yang meliputi pendidikan yang diberikan harus mengajak peserta didik memikirkan apa yang menjadi hakikat hidup mereka yang akan menjadi pandangan hidup peserta didik.kemudian pandangan hidup tadi akan memancarkan pengaturan yang benar terhadap kehidupan manusia didunia ini. Dan menuju tingkatan yang terakhir yaitu kemampuan untuk memecahkan segenap problem yang muncul dari pengaturan kehidupan ini. Hanya dengan cara demikianlah Indonesia akan bangkit yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi terakhir oleh Ir.H.M Ismail Yusanto MM juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia dengan judul makalah &lt;strong&gt;Mengagas Pendidikan Integratif dan Optimalisasi Negara dalam Penyelenggaraan pendidikan Menuju Generasi Shaleh-Mushlih&lt;/strong&gt;.  Dalam orasinya beliau menyebutkan bahwa Pendidikan yangbaik itu adalah pendidikan yang selaras denganvisi dan misi penciptaan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai Abdullah (hamba Allah) dan khalifah fil ard (memakmurkan bumi)  untuk itu  Tujuan Pendidikan seharusnya mengarahkan manusia selaras dengan visi dan missi penciptaan hidup mereka, dengan demikian sosok individu yang diinginkan adalah individu yang memiliki syakshiyyah Islamiyah, menguasai tsakofah Islam dan menguasai ilmu kehidupan (sain dan teknologi) yang memadai.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan hal demikian tidak dapat dicapai dengan dikotomi pendidikan misalnya jika ingin menguasai agama maka harus masuk pesantren namun jika ingin menguasai saintek harus sekolah umum. Yang harus dilakukan adalah internalisasi nilai-nilai Islam dalam semua mata pelajaran. Beliau juga menawarkan gagasan Pendidikan Islam yang mana menurut beliau harus ada keterpaduan antara unsur-unsur pendidikan yaitu rumah, masyarakat dan sekolah disamping itu beliau juga memaparkan bagaimana konsep Islam tentang guru yang ideal,Kurikulum pendidikan, dan Pembiayaan pendidikan. Hanya dengan pendidikan yang diatur berdasarkan syariah sajalah kerahmatan akan dapat diwujudkan. Demikian disampaikan oleh beliau Pesertapun memberikan applaus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Acara kemudian dilanjutkan dengan sajian nasyid hymne guru (jadi ingat masa sekolah dulu..) dan Terima kasih guru. Cukup menghibur dan  membawa peserta yang mayoritas guru menginsyafi peran penting yang dimilikinya selaku pendidik generasi.&lt;br /&gt;Konferensi akhirnya ditutup dengan refleksi dan doa yang dipimpin oleh K.H Husin Naparin Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt; akhirnya kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses. Namun yang menjadi catatan penting adalah kegiatan ini merupakan satu langkah awal dakwah. Khususnya di kota Banjarmasin selaku tuan rumah. Masih banyak pekerjaan yang menunggu. Pastinya konferensi ini tidak akan mampu menyajikan secara utuh gambaran konsep pendidikan islam yang diusung HTI. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab para aktivis HTI daerah Kal-sel untuk lebih membumikan gagasan tersebut. Sehingga ummat dapat memahami secara benar untuk kemudian terdorong memperjuangkan dan menerapkannya dalam kancah kehidupan. &lt;em&gt;InsyaAllah &lt;strong&gt;.Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-1696623578432678672?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/1696623578432678672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=1696623578432678672' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1696623578432678672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1696623578432678672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/05/laporan-konferensi-pendidikan-regional.html' title='Laporan Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5611510977786301722</id><published>2008-05-22T17:29:00.006+08:00</published><updated>2008-05-22T17:53:17.858+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konferensi Pendidikan'/><title type='text'>KONFERENSI PENDIDIKAN REGIONAL KALIMANTAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_CH2HPXLWEBA/SDU9mHmss2I/AAAAAAAAAAM/KRKCPRKf4qQ/s1600-h/konfpendidikankalsel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_CH2HPXLWEBA/SDU9mHmss2I/AAAAAAAAAAM/KRKCPRKf4qQ/s400/konfpendidikankalsel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203132669582160738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukseskan dan hadiri &lt;strong&gt;Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan &lt;/strong&gt;yang insyaallah akan diselenggarakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu: Ahad, 25 Mei 2008 &lt;br /&gt;Tempat: Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Momentum Seabad Kebangkitan Nasional Menuju Pendidikan Indonesia Lebih baik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;Prof. Dr. Wahyu, MS (Pakar Pendidikan)&lt;br /&gt;Drs. H. Humaidi Syukeri, MS (Kepala Dinas Pendidikan Prop Kalsel)&lt;br /&gt;Ir. H. Dwi Condro, M. Ag (Pakar Pendidikan Nasional)&lt;br /&gt;Ir. H. M. Ismail Yusanto, MM (DPP HTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan hubungi sekretariat panitia:&lt;br /&gt;Jl. Arjuna 11 (Belakang Mapoltabes Banjarmasin) phone 0511-3253359&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CP:081349751439 (Hidayat), 0511-7712019 (Ananta), 085251705897 (Solihin).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5611510977786301722?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5611510977786301722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5611510977786301722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5611510977786301722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5611510977786301722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/05/konferensi-pendidikan-momentum-seabad.html' title='KONFERENSI PENDIDIKAN REGIONAL KALIMANTAN'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_CH2HPXLWEBA/SDU9mHmss2I/AAAAAAAAAAM/KRKCPRKf4qQ/s72-c/konfpendidikankalsel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-8959423208149156416</id><published>2008-05-03T19:46:00.002+08:00</published><updated>2008-05-03T19:54:15.502+08:00</updated><title type='text'>AHMADIYAH, HARUS DIBUBARKAN</title><content type='html'>Bagi seorang muslim perkara akidah(keyakinan) adalah perkara penting . Akidah merupakan pokok dalam perkara keimanan. Akidahlah yang dapat membedakan apakah seseorang termasuk muslim ataukah kafir. Tidaklah mengherankan para ulama terdahulu sangat berhati hati dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang muslim,  ketika  masih kanak-kanak adalah mudah bagi saya untuk meyakini bahwa perkara yang wajib diimani  ada enam. Diantaranya  adalah wajibnya beriman kepada Nabi dan Rasul dan  meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dan Rasul. Tidak ada lagi Nabi maupun Rosul yang baru setelah beliau. . Namun  nampaknya perkara keimanan yang telah jelas tersebut terasa makin &lt;em&gt;njelimet&lt;/em&gt; pada masa kini.  Bahkan muslim yang bersikukuh meyakini ajaran demikian  dan menolak pendapat yang menyatakan adanya kitab dan nabi baru dapat  dianggap oleh kalangan tertentu  telah memonopoli kebenaran, memaksakan kehendaknya  melanggar HAM dsb.  Sikap umat Islam yang direpresentasikan oleh  MUI melalui  fatwanya  No. 11/MUNAS VII/15/2005  berkenaan dengan keberadaan aliran Ahmadiyah yang menyatakan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, sesat dan menyesatkan, telah menimbulkan    berbagai hujatan, cacian, bahkan pemaksaan opini penyesatan khususnya terhadap MUI digulirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Al-quran dan sunnah telah menjelaskan dengan terang ketiadaan risalah, Nabi, dan Rasul baru setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. Dalil-dalil yang menunjukkan masalah ini sangat banyak dan dilalahnya(penunujukannya) juga pasti. Artinya bukan masalah  &lt;em&gt;ikhtilaf&lt;/em&gt;. Untuk itu, seharusnya masalah ini tidak boleh menjadi bahan diskusi dan perdebatan. Pasalnya, tertutupnya risalah dan nubuwwah setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. merupakan perkara pasti (qath’iy) dan menjadi bagian dari aqidah Islam. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan telah tertutupnya kenabian dan kerasulan adalah sebagai berikut; Pertama, al-quran dengan sharih menjelaskan tertutupnya pintu nubuwwah dan risalah setelah wafatnya Nabi Muhammad saw hingga hari kiamat. Beliau saw, telah ditetapkan Allah swt sebagai penutup para Nabi atau Nabi yang terakhir. Allah swt berfirman; “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.[QS Al Ahzab (33):40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada nabi setelah Rasulullah. Para mufasirin dan fuqaha seperti Imam Syafi’i dalam Al Umm, Ibnu Katsir, Imam As Syaukani dalam Fathu Al Qadir beserta ahli tafsir kontemporer seperti Al Maraghi, As Shabuni serta Muhammad Abduh dalam Al Manar menyatakan hal yang sama. Imam Ibnu Katsir menyatakan, “Ayat ini merupakan nash yang menunjukkan tidak adanya nabi setelah Nabi Mohammad saw.  Jika tidak ada Nabi setelah beliau saw, lebih-lebih lagi seorang Rasul.   Sebab, kedudukan risalah (menyampaikan risalah) lebih khusus daripada kedudukan nubuwwah (kenabian).  Pasalnya, setiap Rasul adalah nabi, tidak sebaliknya. Oleh karena itu, masalah ini telah disebutkan oleh hadits-hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh mayoritas shahabat dari Nabi saw.” [HR. Imam Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian , tertutupnya pintu risalah dan nubuwwah (kenabian) setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. merupakan perkara jelas bahkan menjadi konsensus para sahabat ra. (ijma’ sahabat). Menyakini masalah ini merupakan bagian dari keimanan dan siapa saja yang menyelisihinya telah terjatuh kepada kekafiran. Perkara ini sudah jelas, sejelas matahari di siang hari . Namun pada kenyataannya, tetap saja ada  mereka  yang dengan gagah berani  mengaku sebagai Nabi baru. Bahkan di zaman rasulullah  ada Musailamah yang mengaku menjadi nabi dan mendapat wahyu. Namun semua orang berakal pada saat itu akan geli mendengar syair-syair tidak bermutu yang dikatakannya sebagai wahyu itu. Atas kebohongannya, dia dijuluki al-kadzdzâb yang berarti pembohong besar. . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musailamah bukan satu-satunya. Sepanjang sejarah, sudah cukup banyak orang yang mengaku menjadi nabi dan rasul. Di antara yang cukup populer adalah Mirza Ghulam Ahmad dari India. Dengan bantuan Inggris negara penjajah India dan negeri-negeri Islam lainnya-- Ghulam Ahmad menyebarkan agama barunya, Ahamdiyyah. Di Indonesia juga bermunculan orang yang berbohong mengaku sebagai nabi. Setelah Lia Eden, muncul lagi Ahmad Mushadeeq. Yang menyakitkan, mereka semua masih membawa istilah-istilah Islam. Sehingga yang menjadi korban kebanyakan dari umat Islam yang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah kemudian jika Majelis Ulama Indonesia sebagai representasi umat Islam mengeluarkan fatwa sebagai  upaya untuk melindungi akidah umat Islam dan menghindarkan dari rongrongan akidah ahmadiyah. Harus dipahami bahwa tujuan fatwa adalah untuk melindungi akidah umat Islam karena jika dibiarkan menimbulkan kerusakan yang lebih besar umat akan kebingungan dan dapat kehilangan pegangan.  Tentu saja keberadaan fatwa bukan dimaksudkan  untuk mendzalimi para pengikut yang berbeda keyakinan dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi Bakorpakem(Badan Koordinasi Pengawas aliran Kepercayaan masyarakat)   lahir dari pengamatan rinci dan pemantauan selama tiga bulan pada 55 komunitas Ahmadiyah di 33 kabupaten yang mana menurut Kepala Litbang Depag,   menyatakan bahwa Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) telah menyimpang dari ajaran pokok Islam karena di seluruh cabang Ahmadiyah, Mirza Gulam Ahmad tetap diakui sebagai Nabi dan Tadzkirah sebagai kitab suci mereka. Koordinator Bakorpakem juga menyatakan, dengan jelasnya penyimpangan JAI maka tidak ada lagi evaluasi, negosiasi, dan diskusi tentang akidah Ahmadiyah.  berdasarkan fakta tersebut telah jelas Ahmadiyah mengaku dirinya Islam tetapi kitab sucinya adalah Tadzkirah dan Nabinya adalah Mirza Gulam Ahmad, bahkan Ahmadiyah mengkafirkan Islam selain Islam versi Ahmadiyah. Fakta ini menunjukkan Ahmadiyah bukan hanya mengganggu keyakinan beragama umat, tetapi melakukan penistaan dan penghancuran akidah Islam. Penghancuran bangunan akidah Islam oleh Ahmadiyah merupakan fitnah yang lebih jahat dari tindakan kriminal terhadap manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali analogi yang dikemukakan oleh sdr Hidayatullah Muttaqin terhadap mereka yang membela ahmadiyah dengan dalih menghormati kebebasan bergama .dalam tulisannya yang berjudul fatwa MUI dan “diktator minoritas” sebagaimana dimuat dalam situs www.hidayatulah.com. Jika saja ada seseorang yang tidak dikenal dan secara jelas tidak ada hubungan perkerabatan  tiba-tiba datang mengaku sebagai anak kandung kita dan  menuduh anak kandung kita sebagai  orang lain atau penjahat ,  dapatkah kita  menerimanya? Apalagi tujuan orang tersebut mengaku anak kandung hanya untuk merampok harta warisan kita. Secara naluri dan perasaan seharusnya kita  menolak kedatangan orang yang tak dikenal tersebut dan marah bila ia tetap bersikeras mengaku sebagai anak. Namun jika  konsisten dengan "logika jungkir balik" kebebasan beragama, maka  orang tersebut harus diterima sebagai anak kandungnya. Bila sikap ini yang diambil sama artinya dengan  mengakomodir kebohongan orang yang tak dikenal tersebut yang akan merusak keutuhan kehidupan keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya aliran sesat akibat kebodohan terhadap ajaran agama ini tidak boleh dibiarkan. Perlu ada tindakan tegas secara hukum agar keberadaan aliran-aliran sesat itu dapat diminimalisasi atau bahkan dihilangkan sama sekali. Meski demikian, bukan berarti ajaran Islam tidak mengakui adanya kemajemukan atau pluralitas. Pluralitas merupakan sesuatu yang bersifat sunatulah, sehingga menolak keberadaannya pada hakikatnya sama dengan menolak kebenaran hukum Allah. Mengakui pluralitas bukan berarti mengakui kebenaran adanya penodaan dan penistaan terhadap agama.  Dimasa Rasulullah dan para khulafaurrasyidin warga muslim dan non muslim dapat hidup berdampingan secara damai. Namun Rasulullah juga menindak tegas terhadap mereka yang mengaku nabi baru dan Rosul selain beliau. Bahkan Rasulullah menghukumi pengikut nabi palsu sebagai golongan yang murtad, layak dihukum mati jika tidak mau bertobat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya  tindakan yang tepat terhadap warga ahmadiyah bukanlah berbuat anarkis terhadap mereka  karena tindakan anarkisme atau kekerasan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, akan menguntungkan Ahmadiyah dan para pendukungnya, untuk kemudian digunakan meraih simpati dan dukungan. Penyelesaian yang tepat adalah pemerintah harus segera mengeluarkan keputusan untuk melarang dan membubarkan Ahmadiyah. Selanjutnya, mengajak Jamaah Ahmadiyah untuk kembali kepada agama Islam yang benar (rujuk ilal haq). Wallahu’alam bishawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-8959423208149156416?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/8959423208149156416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=8959423208149156416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/8959423208149156416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/8959423208149156416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/05/ahmadiyah-harus-dibubarkan.html' title='AHMADIYAH, HARUS DIBUBARKAN'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-257508574713696414</id><published>2008-04-28T18:02:00.001+08:00</published><updated>2008-05-06T19:36:36.146+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Time'/><title type='text'>DEMI MASA</title><content type='html'>&lt;embed src='http://www.crazyprofile.com/clocks/swf/Hajj.swf' quality='high' bgcolor='#ffffff' width='320' height='240' name='te1' align='middle' allowScriptAccess='sameDomain' type='application/x-shockwave-flash' pluginspage='http://www.macromedia.com/go/getflashplayer'/&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-257508574713696414?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/257508574713696414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=257508574713696414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/257508574713696414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/257508574713696414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2008/04/kalender-islami.html' title='DEMI MASA'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-456293896570208531</id><published>2007-10-12T05:49:00.000+08:00</published><updated>2007-10-12T05:55:17.894+08:00</updated><title type='text'>SELAMAT IDUL FITRI 1428 H</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM SHIYAMANA WASHIYAMAKUM WAJA 'ALANA MINAL AIDIN WAL FAIZIN WA KULLU 'AM (IN) WA ANTUM FI KHAIR (IN)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" src="http://img.kapanlagi.com/c/s/01242.swf" width="400" height="300" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;Kartu Ucapan yang Lain&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-456293896570208531?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/456293896570208531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=456293896570208531' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/456293896570208531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/456293896570208531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-1428-h.html' title='SELAMAT IDUL FITRI 1428 H'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5345274356546941010</id><published>2007-07-15T15:15:00.000+08:00</published><updated>2007-07-15T15:42:42.683+08:00</updated><title type='text'>PERKAWINAN YANG SETARA</title><content type='html'>Tidak jarang seorang wanita akhirnya menjadi seorang feminis setelah pada saat menjalani kehidupan pernikahan mereka mengalami apa yang disebut pengalaman “klik”. Yakni pengalaman yang tiba-tiba membuka mata mereka akan pentingnya sebuah kondisi “perkawinan yang setara”.Misalnya saja: Para Isteri merasa diabaikan untuk kesekian kalinya di sebuah acara &lt;em&gt;ceremony &lt;/em&gt;hanya karena dia hanya memiliki jabatan sekedar”isteri si Anu” bukan seorang profesional sehingga dianggap tidak tahu apa-apa. Suami menyodorkan setumpuk pakaian untuk di cuci dan disetrika, kemudian manakala seorang isteri kerepotan menghadapi tugas-tugas rumah tangga ,kelelahan mengasuh anak-anak yang masih fase aktif(balita), mengantar anak-anak pergi ke sekolah atau les, pada saat yang bersamaan mereka merasakan betapa nyamannya kehidupan suami di luar sana  dapat berinteraksi dengan siapapun, bebas mengekspresikan karyanya dan diberi penghargaan oleh orang banyak baik dalam bentuk materi maupun status sosial. Tiba-tiba saja para Isteri menyadari bahwa hidup mereka hanya bak seorang pembantu dan seorang sopir. Mau dikemanakan hidupku ini demikian tanya dalam hati mereka. Padahal mereka adalah wanita yang berpendidikan. Dan kemudian semuanya langsung”klik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seorang Isteri akan berupaya untuk mengubah keadaan mereka yang pasif dan terkesan hanya menguntungkan pihak suami . Semuanya harus berubah.Mereka akan mulai mendahulukan keinginan dan impian mereka daripada impian keluarga. Mulailah pentingnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam rumah tangga terasa menjadi penting dan mendesak dan akhirnya dilakukanlah langkah-langkah agar perkawinan terasa seimbang. Siapa yang menjadi kepala Rumah tangga adalah suami dan isteri, nafkah bukan hanya tanggung jawab suami namun Isteri juga dapat di anggap sebagai pencari nafkah. Yang bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga termasuk pengasuhan dan pemeliharaan anak,  suami isteri harus berbagi secara seimbang. Kapan harus memiliki momongan harus berdasar kesepakatan.Dengan begitu diharapkan sebuah perkawinan yang ideal yaitu setara peran, setara ekonomi, setara dalam meraih kesempatan berkiprah disektor publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat Barat Laki-laki dikatakan sebagai pria modern jika dia mempunyai pandangan bahwa perkawinan bukanlah kesepakatan memberi nafkah dengan imbalan dilayani di rumah. Bahkan tidak jarang kaum pria disana berangan-angan memiliki seorang Isteri yang berpenghasilan tinggi, dengan begitu dia akan hidup lebih nyaman di bandingkan hidup dengan penghasilan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat sepintas lalu konsep perkawinan yang mementingkan nilai-nilai kesetaraan terasa baik dan menjanjikan sebuah kebahagiaan yang ideal baik bagi suami-isteri dan juga sebuah keluarga. Tidaklah mengherankan jika kemudian model perkawinan yang didalamnya terdapat pembagian peran yang baku seperti misalnya dalam pandangan agama Islam kewajiban suami untuk memberi nafkah dan memimpin dalam keluarga, sementara bagi isteri hanya &lt;em&gt;mubah&lt;/em&gt; dan wajib taat sepanjang bukan maksiat mulai digugat. Relasi rumah tangga yang diinginkan adalah setara, dan untuk mengokohkan pendapat demikian gagasan fiqh Islam yang &lt;em&gt;established &lt;/em&gt;dalam relasi suami-isteri direkonstruksi agar sejalan dengan gagasan kesetaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danielle Crittenden seorang kritikus sosial berkebangsaan Amerika dalam bukunya yang berjudul &lt;em&gt;What Our Mothers didn’t Tell Us:Why Happiness Eludes the Modern Women&lt;/em&gt;. Mencoba memaparkan beberapa konsekwensi yang harus dibayar oleh pria dan wanita yang menganut konsep perkawinan yang setara ini. Menurutnya bagaimanapun individualis dan ambisiusnya seorang wanita, mereka tetap mengharapkan keberadaan pria yang setia padanya, sanggup menafkahi keluarganya dan merupakan ayah yang baik, penuh cinta dan tetap akan bersama Isterinya hingga akhir hayat.  Namun kualifikasi pria demikian akan sulit diperoleh dalam perkawinan yang mengedepankan kesetaraan  dan kehidupan perkawinan akan menjadi tidak menarik lagi bahkan penuh dengan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi para Isteri niat utamanya dalam perkawinan bukanlah merawat keluarga, melainkan merawat dan melindungi otonomi diri sendiri. Karena mereka menginginkan menjadi individu yang mandiri dan bebas.Kaum wanita modern memiliki harapan mereka tidak ingin melakukan apa-apa bagi untuk pria tetapi berharap kaum pria melakukan banyak hal bagi mereka. Bagaimana mungkin mengharapkan suami berbuat banyak sementara para isteri tidak mau berbuat banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik suami maupun isteri dalam konsep perkawinan yang setara  tentu menginginkan perkawinan yang abadi namun hal itu akan sangat sulit diperoleh karena begitu keras kepalanya mereka  mempertahankan diri sebagai individu yang mandiri dan berbeda didalam sebuah lembaga yang menuntut hal sebaliknya yang mengharuskan adanya perpaduan dua jati diri. Jati diri suami dan Isteri yang disana akan terdapat pengorbanan yang tidak selalu sama dan setara jika kita menginginkan perkawinan yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kesetaraan dalam perkawinan akan melahirkan suami yang ”penolong” dalam sektor domestik dan terkesan berpandangan lebih adil, bersamaan itu pula dengan mendorong pria dan wanita untuk menuntut kesetaraan yang persis seimbang dalam suatu perkawinan sebenarnya kita telah membiarkan wanita dan anak-anak lebih mudah menjadi korban suami. Mengapa? karena wanita akan &lt;strong&gt;kehilangan hak pilihnya&lt;/strong&gt; untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas menjadi isteri bagi suami dan Ibu bagi anak-anak  telah ”dipersepsikan”  bernilai non ekonomis. Seorang suami tidak akan lagi memberi penghargaan , karena isteri lebih dihargai jika memberi nilai ekonomi bagi keluarga. Akhirnya para wanita terpaksa terus bekerja karena takut, dalam waktu sepuluh atau duapuluh tahun mendatang, mereka bercerai dan mendadak membutuhkan pengalaman kerja yang mungkin telah mereka kesampingkan untuk membesarkan anak-anak.Dan, para wanita yang memutuskan untuk berhenti bekerja demi mengurus anak-anak sering dibuat merasa ganjil oleh orang-orang sekitar termasuk oleh suaminya sendiri! Karena suami akan merasa diperlakukan tidak adil dan tidak sama jika harus menanggung nafkah sendirian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya sebuah perkawinan yang sukses tak ada kaitannya dengan menggapai kesetaraan dengan suami atau sebaliknya karena yang berperan adalah sikap memahami, dan menerima, sikap mengalah dan pengorbanan yang muncul karena perbedaan gender, seperti Isteri lebih banyak terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan anak, suami yang lebih banyak terlibat dalam menafkahi keluarga.Perkawinan lebih dari sekedar siapa yang membayar listrik dan siapa yang membayar kredit cicilan rumah, membagi dua tagihan, berakhir pekan bersama. Perkawinan bukan pula hanya sekedar kepuasan individual dan sekedar kecocokan melainkan tentang hidup dan mati, darah dan pengorbanan, tentang masa depan generasi dimasa kini dan dimasa mendatang dan bagaimana kehidupan kelurga kita diakhirat kelak. &lt;em&gt;Wallahu’alam&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5345274356546941010?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5345274356546941010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5345274356546941010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5345274356546941010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5345274356546941010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/07/perkawinan-yang-setara.html' title='PERKAWINAN YANG SETARA'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-7451741535728313333</id><published>2007-07-09T15:49:00.000+08:00</published><updated>2007-07-09T15:56:02.688+08:00</updated><title type='text'>GENERASI TANPA AYAH</title><content type='html'>Judul postingan kali ini adalah salah satu tema dialog yang saya dengar dari sebuah radio swasta. Sebuah tema yang menarik, karena selama ini yang kerap saya dengar adalah generasi tanpa Ibu, namun kini yang dibicarakan pada dialog tersebut adalah bagaimana kontibusi seorang Ayah dalam memberikan pendidikan kepada Anak-anaknya.Memang tidak jarang kaum lelaki lebih siap menjadi suami ketimbang menjadi Ayah. Artinya para lelaki lebih siap untuk kegiatan memproduksi anak ketimbang menindaklanjuti hasil produksi. Kalaupun terlibat dalam hasil produksi sebatas dalam memberikan nafkah, urusan pendidikan ah… itu kan tanggung jawab Ibu, toh mencari nafkah bukanlah pekerjaan yang mudah. Demikianlah kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara dialog yang bertajuk Family Discovery dengan menghadirkan nara sumber psikolog dari jakarta dipaparkan beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi jika seorang anak telah “dicueki” oleh sang ayah diantaranya&lt;br /&gt;Anak cenderung mudah tertarik dengan lawan jenis, khususnya anak perempuan, tidak  terlibatnya sang Ayah dalam pendidikan putrinya membuat sang anak akan mencari kasih sayang dari lawan jenisnya. Artinya pada masa pubertas akan mudah tergoda dan jangan kaget bisa-bisa menjadi penggoda. Sebaliknya anak akan sangat membenci sosok laki-laki. Baginya laki-laki adalah sosok yang tidak menyenangkan sangat jauh dari kelembutan dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Hal lain yang mungkin terjadi adalah anak memiliki gangguan emosional, seperti menjadi pribadi yang tertutup, cenderung punya sifat feminin atau sosok yang agresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber juga mengungkapkan beberapa contoh perilaku ayah yang keliru terhadap anak-anaknya seperti tidak pernah menyiapkan waktu khusus bagi anak-anaknya. Kebersamaan yang hampa yaitu bersama dengan anak tapi hatinya tidak bersama anak. Jadi ketika diminta anak tentang komentar, respon tentang kejadian yang dialaminya sang ayah hanya ho-oh-ho-oh saja sembari tetap menekuni aktivitasnya. Namun sang ayah tidak merespon dengan hati. Kemudian perilaku keliru lainnya adalah tidak jarang terjadi adalah saat sang anak menangis sang Ayah kadang tampil bak seorang hero untuk menenangkan anaknya yang tanpa sadar telah menancapkan pada anak bahwa Ibu adalah sosok yang pemarah dan bawel sementara Ayah adalah Hero.&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk keterlibatan dapat dilakukan misalnya berjalan-jalan pagi bersama anak,memandikan balita, membacakan cerita, menemani berenang atau belajar dalam sekali sepekan tentu akan sangat bermanfaat bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran ayah sama pentingnya dengan peran Ibu dalam hal mendidik anaknya, demikian yang bisa saya simpulkan dalam dialog tersebut. Jujur saja Rasanya tidak banyak ayah atau ibu yang telah mempersiapkan diri maupun membekali diri agar menjadi Ayah/Ibu yang baik. Yang kita miliki bakda nikah adalah semangat punya anak. Inginya sim salabim punya anak yang cerdas, sehat, dan sholeh. Padahal bukankah mengharapkan sesuatu yang besar pastilah diiringi dengan sebuah perjuangan dan pengorbanan yang besar pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitas kehidupan saat ini yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam, tentu perlu kerja yang berat dari para orang tua jika mengharapkan memiliki anak yang shaleh. Dan seharusnya saat ini para orang tua diliputi oleh kecemasan yang luar biasa.Cemas kalau-kalau kita tidak berhasil mengarahkan keluarga kita kepada keselamatan dunia dan akhirat. Untuk apa kita pontang-panting di dunia yang sebentar dan sementara kalau akhirnya di akhirat kita celaka? Naudzubillah.. ”Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari kayu dan batu yang sangat panas”. Bukankah demikian peringatan dari Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Abad yang silam jauh hari sebelum ditemukan penelitian tentang pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak. Al-Quran telah menceritakan bagaimana keterlibatan seorang Ayah dalam mengenalkan anak kepada Tuhannya. Kisah tersebut diabadikan dalam surat Luqman. Dalam surah tersebut terdapat gambaran kebijakan sang ayah dalam memberikan pendidikan kepada anaknya.Dan ternyata luqman telah memberikan teladan yang benar kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad saw sekalipun seperti dituturkan istrinya Aisyah tak jarang menjahit sendiri bagian pakaiannya yang sobek, bersenda gurau dengan anak dan cucu beliau. Padahal pada saat yang bersamaan justru istrinya sedang tidak terlalu sibuk. Toh Rasulullah berupaya untuk terlibat dengan pekerjaan-pekerjaan yang diidentikkan sebagai pekerjaan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amatlah tepat jika seorang ayah terlibat aktif dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya meskipun dengan frekuensi yang berbeda dengan ibunya.Semuanya dilakukan tentu dengan motivasi untuk meraih ridho Allah. Bukankah Ayah adalah leader bagi keluarga yang tentu paling bertanggung jawab mengarahkan keluarga menuju misi hidup yang hakiki yaitu keridhaan Allah? Wallahu’alam bishawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-7451741535728313333?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/7451741535728313333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=7451741535728313333' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/7451741535728313333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/7451741535728313333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/07/generasi-tanpa-ayah.html' title='GENERASI TANPA AYAH'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-4521608467648460178</id><published>2007-05-26T17:41:00.000+08:00</published><updated>2007-05-26T17:50:37.327+08:00</updated><title type='text'>"BERSALAH"</title><content type='html'>Maha Suci Allah yang telah memberikan pada manusia petunjuk sehingga manusia mengetahui yang benar dan yang salah, yang terpuji dan tercela. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya&lt;/em&gt;(QS.Asy-Syams[91]:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hak Allah untuk menentukan benar dan salah.Karena memang hanya Dia yang Al-Haq. Kebenaran dari-Nya adalah mutlak sekalipun terasa bertentangan dengan rasionalitas akal kita. Bukankah akal kita adalah ciptaan-Nya yang harus tunduk dengan kebenaran dari-Nya?Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah belajar untuk memahami kebenaran untuk kemudian dijadikan sebagai tuntunan bukan tontonan. Pada saat kebenaran kita abaikan, maka hidup kita sesungguhnya tidak berharga. Dan kebenaran tetaplah menjadi kebenaran meski seluruh orang telah melupakannya dan melecehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak diantara kaum perempuan sekarang yang tidak peduli pada omongan orang ketika mereka mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat. Atau juga mungkin tidak banyak orang yang meributkan persoalan itu.”&lt;em&gt;Suka-suka gue donk, tubuh seksi adalah anugerah kenapa kita mesti dilarang untuk  berbagi keindahan dengan orang lain?” Toh yang penting niat dan hatinya. &lt;/em&gt;Demikian mungkin bisikan hawa nafsu untuk memberikan legitimasi agar apa yang kita lakukan terlihat benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan budaya ghibah(menggunjing)  banyak mungkin yang sudah tidak peduli bahwa perbuatan tersebut adalah salah.Ghibah adalah biasa bahkan tayangan infotainment justru akan semakin terasa mengasyikkan serta akan dibanjiri iklan manakala berhasil membongkar aib seseorang untuk kemudian menyebarluaskannya  meskipun minus solusi.Lagi-lagi hawa nafsu kita akan berdalih menghibur adalah ibadah juga toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang dan berulang-ulang,akhirnya membuat orang lain menerimanya sebagai kelaziman. Dulu  pergaulan bebas sebelum nikah adalah hal yang luar biasa, akan tetapi sekarang nampaknya itu adalah kelaziman, bahkan terus dipromosikan diberbagai media melalui tayangan sinetron . secara terselubung para remaja justru diajarkan untuk memaklumi perzinahan. Jika hubungan mereka tidak direstui orang tua, maka berzinalah maka restu   akan didapat. &lt;em&gt;Innalillah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kita telah dibiasakan bahkan dipaksa untuk terbiasa melihat pakaian minim,seronok  disertai goyangan sensual. Tayangan-tayangan porno juga dapat dengan mudah diakses mulai dari tingkat anak-anak hingga dewasa belum lagi pembicaraan cabul mulai dari dunia maya hingga dunia fana adalah lumrah bahkan dijadikan sarana untuk mengeruk uang melalui jasa partyline serta diiklankan secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi kasus kesalahan yang telah dianggap kelaziman ketika Allah telah mengharamkan segala bentuk suap, namun nampaknya sekarang suap adalah sebuah budaya baru yang dianggap sebagai solusi untuk melancarkan  urusan. Tanpa suap urusan akan tersendat. Allah mengharamkan riba, tapi masih ada seorang muslim yang beranggapan bahwa riba ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  menjamurnya kesalahan telah membuat  kita  merasa asing dengan Islam, kita merasa lebih enjoy dengan  ideologi kebebasan yang lebih pas dengan hawa nafsu kita. kita enggan menjadikan Islam sebagai solusi.Bahkan kita mungkin kebingungan tidak tahu mana yang benar menurut Islam mana yang keliru.Tanpa disadari,perlahan namun pasti bukan mustahil  kita akan  beranggapan   menjadikan Islam sebagai &lt;em&gt;way of life&lt;/em&gt; hanya akan mendatangkan masalah. Mencari yang haram saja susah apalagi yang halal ungkapan demikian mungkin sering kita dengar dari mulut mereka yang mengaku muslim. Akhirnya  Islam yang kita ambil hanya pada urusan shalat,dzikir dan doa itupun dilakukan hanya ketika mendapat musibah . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang mengutus Rasul,  berpuluh  abad yang silam Rasulullah telah mempredikisi akan tibanya masa demikian. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Islam datang dalam keadaan asing,dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Abu Dawud dan lainnya telah meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad hasan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Setelah engkau akan datang masa kesabaran. Sabar pada masa itu seperti menggenggam bara api. Orang-orang yang bersabar akan mendapatkan pahala sebagaimana limapuluh orang laki-laki yang mengerjakan perbuatan tersebut.Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah,apakah pahala limapuluh laki-laki diantara mereka”Rasul menjawab Bukan tetapi pahala limapuluh orang laki-laki diantara kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Melalui hadits ini Rasulullah telah memberikan kabar gembira bagi mereka yang konsisten dengan syariat Islam pada masa terasingnya dan dengan sabar menjalaninya  akan mendapat  pahala yang bukan main berlipat ganda di banding para shahabat.&lt;em&gt;Subhanallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Allah memang telah memerintahkan kita untuk mempunyai hati yang bersih,namun juga harus dibarengi dengan perilaku kita untuk taat pada-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, baik ibadah,makanan,pakaian,muamalah,pidana bahkan pemerintahan. Menghibur adalah ibadah namun syariat juga menuntun mana hiburan yang diperbolehkan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya sebagai seorang muslim kita harus bersungguh-sungguh untuk mendapatkan keridhoan Allah . Seorang muslim memang bukan malaikat yang tidak pernah salah. Namun dia akan terus mencari kebenaran dan bertobat terhadap kesalahan.  Jangan pernah mengabaikan kesalahan yang kita anggap kecil walaupun sekecil biji sawi karena bisa jadi disitulah letak kemurkaan Allah. Dan jangan pula mengabaikan kebaikan yang kita anggap sepele karena bisa jadi disitu terletak keridhoan Allah.Terhadap perkara sepele saja seorang muslim  diperintahkan untuk memperhatikan apalagi terhadap perkara yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah saw telah bersabda &lt;em&gt;:”Sebagian dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Maka berpikir serius sebelum berbuat adalah sebuah keharusan bagi muslim. Dia tidak bisa memutuskan segala sesuatu hanya bersandar kepada akal maupun perasaannya semata tanpa dibimbing wahyu. Ruang gerak seorang muslim telah dibatasi oleh rambu-rambu syariah. Tentu ini bukanlah bentuk pengebirian hak maupun pelanggaran HAM bukankah syariah dari Allah dan kita meyakini bahwa memang hanya Dia yang Maha Besar , Maha Rahman dan Rahim?Bukankah dalam setiap shalat kita selalu ingin ditunjukkan pada jalan-Nya yang lurus?&lt;br /&gt;Dan kita harus berhati-hati karena setiap kesalahan yang telah kita lakukan hanya akan membuat tercabutnya Rahmat Allah yang menyebabkan kita tidak punya rasa malu dan takut untuk melanggar perintah-Nya.karena Allah telah menutup dan membuat hati menjadi sekeras batu.&lt;em&gt;Naudzubillah&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita berjuang untuk mengisi setiap waktu kita dengan ilmu,iman dan amal shaleh. Jangan pernah menyia-nyiakan  hidup kita dengan dosa-dosa kecil  apalagi dosa-dosa besar.Wallahu’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-4521608467648460178?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/4521608467648460178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=4521608467648460178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4521608467648460178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4521608467648460178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/05/bersalah.html' title='&quot;BERSALAH&quot;'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-6125686814671062382</id><published>2007-05-17T22:51:00.000+08:00</published><updated>2007-05-17T23:00:23.163+08:00</updated><title type='text'>ENAM PERTANYAAN IMAM AL-GHAZALI</title><content type='html'>Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau  bertanya bebeapa hal. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. "&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Mati&lt;/span&gt;". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MASA LALU&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt; Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; "Apa yang paling besar di dunia ini?".Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Nafsu&lt;/span&gt;" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.Pertanyaan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;keempat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah&lt;span style="color:#ff6600;"&gt; "memegang AMANAH"&lt;/span&gt; (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.Pertanyaan yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kelima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;'meninggalkan SHALAT'&lt;/span&gt;. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.Lantas pertanyaan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;keenam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"lidah MANUSIA"&lt;/span&gt;. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. [&lt;a href="http://hidayatullah.com/mambots/editors/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-6125686814671062382?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/6125686814671062382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=6125686814671062382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6125686814671062382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6125686814671062382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/05/enam-pertanyaan-imam-al-ghazali.html' title='ENAM PERTANYAAN IMAM AL-GHAZALI'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-1361683738139459785</id><published>2007-05-15T16:04:00.000+08:00</published><updated>2007-05-15T16:12:51.334+08:00</updated><title type='text'>DEAR MY HUSBAND....</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;I realize, that you’re  very special gift from Allah for me&lt;br /&gt;And it’s a blessing when I have a somebody like you&lt;br /&gt;You’re my happines and my inspiration&lt;br /&gt;My life becomes perfects when I see you happy&lt;br /&gt;My Halal one you are&lt;br /&gt;The time has alowwed us to be together forever,InshaAllah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;Dear My Husband&lt;br /&gt;Thank’s for give me  lovely days&lt;br /&gt;With your love,attention,your  care and protection&lt;br /&gt;also your striving to found the halal’s earnings&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My life depend on you..&lt;br /&gt;My heaven  depend on your blessing&lt;br /&gt;Soo..please lead me to the Allah’s Blessing&lt;br /&gt;Teach me how to get the truth way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear My Husband..&lt;br /&gt;There are wonderful thing in my life&lt;br /&gt;to spending my time  with you in the badness and goodnes situation...&lt;br /&gt;In my deep heart,I want to say..&lt;br /&gt;I love you the way you are&lt;br /&gt;I love you however you are&lt;br /&gt;And what ever become or what ever happens you’re my love coz you’re my husband..&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Bumi Allah ,8 Mei 2007&lt;br /&gt;Inspirated from: Dear My wife..&lt;br /&gt;For My Family: May Allah always take care of us in His Merciful and Blessing.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-1361683738139459785?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/1361683738139459785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=1361683738139459785' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1361683738139459785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1361683738139459785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/05/dear-my-husband.html' title='DEAR MY HUSBAND....'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-4111572484953952862</id><published>2007-05-08T22:27:00.000+08:00</published><updated>2007-05-08T22:30:24.747+08:00</updated><title type='text'>QANA'AH</title><content type='html'>Pernahkah engkau renungkan tentang&lt;br /&gt;Hidup Rasulullah junjungan&lt;br /&gt;Rela hidup dalam kesederhanaan&lt;br /&gt;Pertahankan kehormatan,lewati malam yang kelam&lt;br /&gt;Dalam keadaan lapar,bersama segenap keluarganya&lt;br /&gt;Tak dapatkan satupun makanan…(suara persaudaraan,1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan diatas merupakan syair dari nasyid  yang mencoba menggambarkan secuil episode kehidupan Rasulullah yang sederhana, namun dalam kebersahajaan, kehidupan keluarga Rasulullah tidaklah membuatnya  menjadi terhina , beliau tetaplah dipandang sebagai sosok yang mulia.Dan didalam kebersahajaannya beliau tetaplah menjadi orang yang paling bahagia.&lt;br /&gt; Kita mungkin mengetahui bahwa baginda nabi Muhammad SAW  sejak kecil bukanlah sosok yang hidup dalam limpahan materi, sekalipun beliau akhirnya menjadi kepala negara Islam yang pertama, tidak pernah kita mendengar gaya hidup glamour dari keluarga Rasulullah, bahkan ketika putrinya fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib beliau mengadakannya secara sederhana.  Saat itu beliau mengundang Abu Bakar, Umar, dan Usamah untuk membawakan persiapan Fatimah. Mereka bertanya-tanya, apa gerangan yang dipersiapkan Rasulullah untuk putri kinasih dan keponakan tersayangnya itu? Ternyata bekalnya cuma penggilingan gandum, kulit binatang yang disamak,kendi, dan sebuah piring. Mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis. "Ya Rasulullah. Inikah persiapan untuk Fatimah?" tanya Abu Bakar tersedu. Nabi Muhammad pun menenangkannya, "Wahai Abu Bakar. Ini sudah cukup bagi orang yang berada di dunia."  Fatimah, sang pengantin itu, kemudian keluar rumah dengan memakai pakaian yang cukup bagus, tapi ada 12 tambalannya. Tak ada perhiasan, apalagi pernik pernik mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan beliau sarat dengan ujian dan pengorbanan, sejak kecil beliau telah menjadi yatim piatu dan menjalani kehidupan yang berat. Walaupun demikian,  beliau tidak gemar meminta-minta , suka berbohong apalagi menipu sehingga sangat masyhur jika Rasulullah bergelar al-amin yang berarti dapat dipercaya. Hingga akhirnya beliau memikat Khadijah, salah satu wanita pedagang kaya di kota makkah, toh pernikahan beliaupun tidak mengubah pola hidup beliau , bahkan bersama-sama isteri tercintanya Rasulullah telah mendedikasikan diri bagi tegak dan tersebarnya risalah Islam keseluruh penjuru bumi, sehingga keuntungan dari hasil perniagaan telah digunakan oleh keluarga Rasulullah demi kepentingan dakwah Islam bukan untuk memperkaya dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebersahajaannya, Rasulullah juga dikenal sebagai orang yang dermawan, beliau selalu membantu orang yang dalam kesulitan Dalam kehidupan sosial Rasulullah saw bukanlah tipe individualis yang hanya memikirkan dirinya sendiri; bukan pula manusia yang suka berdiam dirumah seraya memisahkan diri dengan masyarakat sekitar. Beliau senantiasa bergaul dengan masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Bahkan hingga akhir kehidupannya Rasulullah sangat peduli dengan umatnya. Ini dibuktikan oleh beliau pada saat menjelang wafat beliau mengkhawatirkan nasib umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan kehidupan rasulullah tidaklah menghantarkan masyarakat yang dipimpin oleh Rasulullah berjalan menuju kemunduran dan tidak produktif. Namun dibawah kepemimpinan Rasulullah akhirnya Islam tersebar keseluruh penjuru bumi yang diteruskan oleh para sahabat dan para khalifah beliau yang menghantarkan Islam kepada kejayaan dan menjadi negara yang berperadaban maju bahkan disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sosok Rasulullah adalah cermin yang terbaik bagi kita.Kesederhanaan dalam kehidupan beliau sepatutnya membuat kita merenung, bagaimanakah dengan kita? Apakah kita masih mengukur seseorang dengan melihat satus sosial yang dimilikinya?Apakah tujuan terpenting kita dalam hidup dunia ini? Sekedar mencari materi atau mencari yang paling hakiki yakni meraih ridho illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saat ini kita berada dalam ruang dan waktu yang berbeda dengan beliau dan kita adalah manusia biasa yang tidak ma’shum,hal tersebut tidak dapat menjustifikasi bahwa kita boleh meninggalkan risalah beliau. Bahkan sudah seharusnya kaum muslimin menyelaraskan semua hal yang terkait dengan pribadi maupun sosial kita dengan tuntunan Rasulullah Saw. Dengan begitu InsyaAllah  akan menghantarkan kita pada kemuliaan hidup dan menjadi jembatan bagi kita umtuk mendapatkan syafaat serta bertemu dengan beliau diakhirat kelak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasulullah kami rindu padamu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-4111572484953952862?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/4111572484953952862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=4111572484953952862' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4111572484953952862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4111572484953952862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/05/qanaah.html' title='QANA&apos;AH'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-6692221724416632730</id><published>2007-04-29T22:57:00.000+08:00</published><updated>2007-04-29T23:05:24.278+08:00</updated><title type='text'>KHILAFAH TIDAK KHILAFIYAH</title><content type='html'>Jika kita bertanya dengan orang kafir yang membenci Islam apakah mereka kenal dengan sistem khilafah? Mereka akan menjawab sangat mengenal, dan mereka sangat ketakutan jika suatu saat khilafah ala minhajin nubuwwah akan berdiri kembali.Mengapa? karena khilafah akan menenggelamkan mimpi mereka untuk terus memimpin peradaban, khilafah akan mengubur hasrat mereka untuk menguasai kekayaan dunia.Oleh karenanya mereka mengerahkan segenap daya dan upaya untuk membendung dan memberangus setiap gerakan yang mencoba menegakkan Islam dalam sebuah institusi formal.Kaum kafir sangat memahami peta kekuatan kaum muslimin jika mereka bersatu. Oleh karenanya perpecahan dan stigma negatif terhadap pejuang penegak Islam akan selalu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat kepada realitas saat ini,tidak sedikit mungkin dari kita yang muslim berpandangan negatif terhadap gagasan khilafah,terkesan sok idealis’, utopis, susah untuk ditegakkan, irrasional,terlalu dini untuk diungkapkan dsb.Mulailah dari diri sendiri mungkin terkesan lebih realistis dan lebih praktis untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim tentu kita bersepakat bahwa hal terpenting dari diturunkannya Islam adalah mengubah masyarakat yang jahiliyyah menuju kepada masyarakat Islam dengan kata lain mengubah visi dan cita-cita masyarakat agar selaras dengan Islam. Bukan mengubah Islam agar selaras dengan selera masyarakat ataupun ruang dan waktu(baca kepentingan hawa nafsu).Sehingga mewujudkan terbentuknya masyarakat yang Islami seyogyanya menjadi visi dan cita-cita seorang muslim. Dan sebagai orang yang beriman tentu dia meyakini hanya dengan Islam sajalah kesejahteraan hidup didunia dan kebahagiaan yang kekal diakhirat dapat dia peroleh.Artinya penerapan Islam dan kesejahteraan tidak akan mungkin dapat dipisahkan. Memang realitas juga menunjukkan kepada kita walaupun Jepang ataupun negara-negara maju lainnya menunjukkan kesejateraan dengan penerapan kapitalisnya. namun pada saat bersamaan penerapan tersebut melahirkan kesenjangan yang lebar antara negara-negara maju dan negara dunia ketiga,dalam tataran kehidupan memberikan kesenjangan yang lebar antara yang kaya dan yang miskin. Kapitalisme juga membuat seseorang jauh dari Tuhan sehingga melahirkan individu yang mudah mengalami depresi di samping individualistis dan materialistis.Kapitalisme yang miskin iman melahirkan manusia dengan mental yang bobrok. Artinya walaupun dengan pada satu sisi kapitalisme mampu meberikan kesejateraan materi namun tidak dapat memberikan kesejahteraan ruhani. Tentu runtuhnya peradaban yang demikian adalah keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya apakah Islam dapat tegak tanpa khilafah?&lt;br /&gt;Allah swt telah memerintahkan kepada kita untuk masuk Islam secara kaffah, konsekwensi dari keislaman kita adalah kita menerima seluruh hukum yang Allah tetapkan bagi manusia tanpa memperhatikan manfaat dan mudarat maupun memperhatikan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;Terdapat nash-nash Al-Quran yang memerintahkan kita untuk menjalankan sanksi hukum, seperti potong tangan, cambuk untuk pezina, termasuk rajam dan qishah,menyiapkan pasukan untuk berjihad dan sebagainya. Semua itu hanya bisa diwujudkan jika ada yang menjalankan hukum-hukum tersebut yakni khalifah.Realitas sederhana kita temukan betapa susahnya seorang laki-laki untuk menjalankan perintah Allah yang mengharamkan memandang aurat wanita sementara sistem hukum yang ada membolehkan bahkan cenderung mendorong agar kaum wanita membuka auratnya. Artinya keberadaan sistem hukum yang melaksanakan aturan-aturan Allah dalam hal ini khilafah adalah penting dan perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran fiqh, konsep khilafah tidaklah khilafiyah,semua ulama Ahlussunnah,Imam mazhab, Syiah, khawarij (kecuali sekte an-najadat) dan Muktazilah (kecuali sekte al-asham dan al Fuwathi) sepakat, bahwa adanya imam(khalifah) dan Imamah(khilafah) adalah wajib. Untuk negeri Indonesia literatur fiqh sederhana karangan Sulaiman Rasyid juga menunjukkan wajibnya khilafah bagi kaum muslimin. Adapun ketika terjadi fakta saat penerapan khilafah terjadi pertentangan maka hal tersebut tidak dapat mengubah ketetapan fiqh tentang wajibnya khilafah karena fakta bukanlah sumber hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu menegakkan khilafah seyogyanya menjadi visi dan misi perjuangan umat.Sejak awal visi dan misi haruslah jelas, deskriptif dan harus disampaikan secara terbuka dan tidak boleh disembunyikan. Sehingga ketika terdapat orang atau kelompok mengemukakan visi dan misi perubahannya dengan jelas dan gamblang, tidak bisa dikatakan orang atau kelompok tersebut tergesa-gesa justru hal tersebut adalah keniscayaan sejak awal. Sebab jika tidak, selamanya umat ini tidak akan paham; apa dan bagaimana bentuk perubahan yang diupayakan.&lt;br /&gt;Namun ketika kita membahas proses dan tahapan untuk mewujudkannya, suka atau tidak, kita memang tidak boleh tergesa-gesa, dan harus melalui tahapan-tahapan tersebut dengan sabar. Sebab, untuk itu dituntut pengorbanan yang sangat besar, bahkan untuk jangka waktu yang sangat panjang. Itulah yang ditunjukkan oleh sunnah Rasulullah saw dan para shahabat r.a.&lt;br /&gt;Oleh karena itu sebagai seorang muslim yang bersaudara kita tidak layak mempertentangkan mereka yang memiliki visi dan misi perjuangan khilafah, apalagi memberikan cap bahwa perjuangan khilafah hanya akan memberikan efek buruk bagi umat Islam.Yang lebih penting adalah segenap komponen muslim menyepakati visi dan misi untuk mengembalikan kehidupan Islam. Adapun bagaimana proses dan metode menegakkanya adalah perkara yang tidak perlu saling dipertentangkan selama masing-masing berada dalam koridor ijtihadi. Hanya dengan Islam kehidupan akan mulia dan sejahtera.Wallahu’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-6692221724416632730?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/6692221724416632730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=6692221724416632730' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6692221724416632730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6692221724416632730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/04/khilafah-tidak-khilafiyah.html' title='KHILAFAH TIDAK KHILAFIYAH'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-5407762251481614761</id><published>2007-02-25T07:02:00.000+08:00</published><updated>2007-02-25T07:04:30.656+08:00</updated><title type='text'>HIATUS SHOLIHIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.itypeit.net/"&gt;&lt;img src="http://img100.imageshack.us/img100/9527/552mz6.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-5407762251481614761?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/5407762251481614761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=5407762251481614761' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5407762251481614761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/5407762251481614761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/02/hiatus-sholihin.html' title='HIATUS SHOLIHIN'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-4238498278871574581</id><published>2007-02-15T23:03:00.000+08:00</published><updated>2007-04-14T11:52:20.323+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>MENCINTAI KARENA ALLAH</title><content type='html'>Menunjukkan perasaan cinta saat ini identik dengan Candle light dinner, memberi mawar merah, menawarkan jaket pada pasangan saat kedinginan,berpegangan tangan,berpelukan seraya melihat sunset ditepi pantai dan lain-lain.Ketika seseorang dikatakan jatuh cinta maka follow up-nya adalah dengan pacaran dan upaya untuk menunjukkan rasa cintapun dimanifestasikan dengan kegiatan yang berbau romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu mengartikan cinta hanya sebatas perasaan sayang kepada lawan jenis adalah keliru dan penyempitan makna dari cinta itu sendiri. Bukankah kata CINTA dan SAYANG tidak hanya kita dengar dari lawan jenis ?Pernahkah kita menghitung seberapa banyak orang tua kita pernah mengucapkan kata sayang kepada kita anaknya yang mungkin diucapkan sejak anaknya lahir betapapun mungkin anaknya telah menyusahkan dan menyakiti hati mereka ?Bukankah kita sering menerima tatapan cinta dari ibu yang rela begadang ketika kita (anaknya) sakit. Dari ayah yang rela mengerahkan tenaganya untuk dapat menafkahi keluarganya.  Dari teman yang senantiasa memberikan support, dari saudara kita yang mau berbagi suka dan duka ….&lt;br /&gt;Belum lagi sentuhan kasih juga kita rasakan dari  makhluk Allah yang lain, matahari yang tidak pernah mengingkari janjinya untuk bertasbih terbit pada pada pagi hari memberikan sinar hangatnya yang menjadi sumber energi bagi kehidupan dan terbenam di sore hari, udara dengan tekanannya yang pas,tumbuh-tumbuhan yang memberikan kesegaran bagi kita, gemericik air  yang menjadi sumber kehidupan,tata surya yang tertata rapi,planet jupiter dengan gravitasinya yang amat tinggi seakan menarik bumi agar tidak tersedot ke arah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam bumi juga ditarik oleh jupiter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, maha suci Allah, kita telah  dijaga tanpa kita sadari. Dan  diatas segalanya cinta Allah kepada makhluknya amat melimpah, Allah telah memberikan kita kehidupan, memberikan rezeki-Nya, memberikan anggota tubuh nan indah dengan fungsi yang baik,memberikan anugerah kesehatan  padahal begitu banyaknya kita berbuat dosa,berapa kali kebohongan telah kita lakukan?bukankah kita sering zalim terhadap makhluk Allah bahkan kita mungkin enggan dengan syariat-Nya?  Allah masih berbaik hati untuk membiarkan kita hidup,  masih memberikan kita kesempatan untuk bersujud padahal mungkin sujud kita banyak yang tidak khusuknya bahkan kadang panggilan pekerjaan kita rasakan jauh lebih indah dibandingkan panggilan-Nya,pernahkah lisan kita beristighfar manakala menunda waktu untuk  memenuhi panggilan-Nya? Namun kita masih diijinkan untuk menetap dibumi-Nya , menghirup udara-Nya  secara gratis, padahal kalau Allah menginginkan dengan kuasa-Nya mudah saja bagi Allah untuk langsung melemparkan makhluknya yang tidak taat ke neraka jahannam namun Allah tidak melakukan hal yang demikian itu karena memang Dia maha rahman dan rahim. &lt;br /&gt;Tentu saja ada ujian dan kerikil disepanjang hidup ini. Manakala kita diuji olehnya dengan mudahnya kita berkata seolah-olah Allah tidak adil dan tidak mendengar doa-doa kita. Padahal bukankah ujian dan cobaan adalah bagian dari kasih-Nya juga?Dapatkah kita rasakan kenikmatan jika kita tidak pernah merasakan kepedihan?Dapatkah kita menyadari bahwa kita adalah makhluk yang lemah tanpa melihat kuasa-Nya?Sesuatu yang kita lihat sebagai bencana sesungguhnya adalah peringatan dari-Nya bahwa ada yang lebih berkuasa diatas makhluk-Nya. Dan memang kita harus yakin bahwa ujian dan cobaan yang diberikan Allah adalah cara Allah untuk mengasihi dan mencintai kita,serta pasti ada hikmahnya.&lt;br /&gt;Sehingga selama ini tanpa kita sadari kita tidak pernah kekurangan cinta dan kasih sayang bakan kita telah tenggelam dalam lautan cinta-Nya yang begitu murni. Lantas apakah kita harus membalasnya? Tentu cinta Allah tidak akan berkurang meskipun kita tidak membalas cinta-Nya.Namun Allah telah mengingatkan kita dalam firman-Nya: Katakanlah, jika Bapak-bapak,anak-anak,isteri-isteri,kaum kerabat,harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad dijalan-Nya maka tunggulah sampai allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS.At-Taubah:24)&lt;br /&gt;Allah telah memerintahkan kita agar menjadikan kecintaan kita kepada-Nya menjadi peringkat yang tertinggi. Artinya kita akan taat, tunduk dan patuh hanya kepada Allah, mencintai Bapak, Ibu,anak suami atau isteri, sesama insan , makhluk hidup juga harta hanya karena Allah bukan selainnya . Kita mencintai sesama dengan landasan iman dan amal saleh bukan karena harta pangkat ataupun jabatan yang dimilikinya. Kita akan rela untuk hidup dibawah syariat Allah tanpa melihat untung dan ruginya.Sehingga kasus-kasus kebingungan memilih pasangan yang beda agama tidak akan terjadi, definisi ponografi dan pornoaksi tidak akan menjadi sebuah polemik karena Allah telah menjelaskan batasan aurat secara jelas dan gamblang ,manifestasi cinta dengan cara  yang mendekati zina seperti berpelukan, berpegangan tangan, bahkan( maaf) berciuman  pada pasangan yang belum diikat oleh pernikahan juga tidak akan terjadi jika kita mencintai Allah, bagaimana mungkin kita mengungkapkan perasaan sayang kita kepada orang lain padahal dengan cara-cara yang dibenci oleh-Nya?Cinta karena-Nya akan membuat kita memperlakukan alam dengan sebaik-baiknya.Jika kita mencintai-Nya kita akan  memperjuangkan tegaknya syariat-Nya dengan cara-cara yang disukai-Nya bukan dengan cara-cara kekerasan.Bukankah hanya hidup dibawah aturan-Nya manusia bahkan semesta alam akan merasa aman dan nyaman? &lt;br /&gt;Begitu besar kasih yang telah Allah berikan tentu tidak layak bagi kita menyalahgunakannya apalagi mempersembahkan cinta yang palsu, dimulut kita mengatakan sangat mencintai Allah, membasahi lisan kita dengan berdzikir pada-Nya, namun bahasa tubuh,tingkah laku kita enggan berkorban untuk-Nya,mata kita gunakan untuk memandang hal-hal yang tidak semestinya,lisan yang suka menyayat-nyayat perasaan orang lain, waktu yang terbuang sia-sia.Bukankah mencintai juga harus diikuti dengan kerelaan untuk berkorban?Dalam QS.al-Ankabut Allah swt berfirman ”Apakah kalian mengira bahwa kalian akan memasuki surga, padahal belum datang ujian kepada kalian?” Ujian akan menempa kita apakah cinta kita murni ataukah palsu.&lt;br /&gt;Marilah kita bersama meraih cinta-Nya,cinta yang diridhoi, cinta yang tidak akan pernah membuat kita merugi. Memang menjalaninya tidaklah mudah, perlu kekuatan hati dan ketegaran iman, namun  jangan sampai kita menyesal dikemudian hari sebelum ajal menjemput karena ternyata selama didunia  ada ”cinta halal” yang masih tidak terbalas.Wallahu”alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-4238498278871574581?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/4238498278871574581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=4238498278871574581' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4238498278871574581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/4238498278871574581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/02/mencintai-karena-nya.html' title='MENCINTAI KARENA ALLAH'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-6507073919945976867</id><published>2007-02-07T11:22:00.000+08:00</published><updated>2007-02-07T11:26:14.792+08:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH SHOLEHAH BERPRESTASI</title><content type='html'>“Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan seseorang disisi Allah SWT hanya dapat dilihat dari ketaqwaannya. Allah tidak membedakan seseorang dari harta, kedudukan, jenis kelamin ataupun keturunannya, tetapi apakah ia menjadi hamba yang taat atau tidak terhadap perintah dan larangan-Nya. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat [49]:13)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi wanita mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal meraih pahala. Dan tidak ada yang lebih utama bagi manusia yang beriman kecuali mendapatkan surgaNya. Menjadi wanita sholehah adalah salah satu jalan untuk sampai ke sana.&lt;br /&gt;Nah, sekarang bagaimana caranya agar predikat wanita sholehah itu bisa kita raih?  Mudah sekali…dan insya Allah kita semua pasti bisa! Hanya ada 2 syarat seorang wanita bisa jadi sholehah, yaitu pertama, ia beriman kepada Allah Swt dan kedua, ia mentaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Syarat yang pertama insya Allah sudah kita dapatkan. Sekarang tinggal menyempurnakan syarat yang kedua. Untuk bisa mentaati Allah dan Rasul-Nya tentu kita harus mengetahui rambu-rambu Allah dalam menjalani kehidupan didunia utamanya terkait dengan posisi kita sebagai wanita.Oleh karena itu, untuk menyempurnakan syarat yang kedua,menuntut ilmu untuk memahami Islam adalah wajib dan perlu bagi setiap muslimah.Dengan ilmu kita mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil, dengan ilmu juga akan memudahkan bagi kita untuk mendapatkan ticket menuju syurga.&lt;br /&gt;Islam telah menetapkan hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya sebagai anak, sebagai Isteri dan sebagai ibu .&lt;br /&gt;Dalam Islam anak berhak untuk mendapatkan nafkah dan perlindungan, anak juga berkewajiban berbakti kepada orang tuanya. Terkait posisi wanita sebagai Isteri Islam mewajibkan Isteri untuk berbakti dan taat kepada suami sepanjang tidak maksiyat,wajib menggauli suaminya dengan baik dan penuh kasih sayang. Dalam Islam Isteri berhak untuk mendapatkan nafkah, perlindungan dan pergaulan yang baiik dari suaminya. Sebagai ibu Islam menjadikan peran sebagai ibu dan Robbatul bait adalah yang paling utama. Ibu berperan penting dalam mencetak generasi yang berkualitas.Islam juga mengatur peran publik wanita. Dalam Islam wanita tidak wajib mencari nafkah. Tetapi mereka diwajibkan untuk menuntut ilmu dan melakukan amar makruf nahi mungkar/melakukan aktivitas dakwah. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Dengan demikian dalam Islam wanita yang berprestasi tidak diukur dari gelar, status sosial ataupun materi yang dimiliki, melainkan sejauh mana mereka menjalankan perannya selaras dengan rambu-rambu Allah.&lt;br /&gt;Wahai para muslimah, mari kita segera bersama-sama untuk meraih ridho Allah dan bersama-sama menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tidak ada yang lebih indah ditelinga para kita  kecuali mendengar berita gembira bahwa dirinya, suaminya dan anak-anaknya maupun keluarga berada disurga-Nya.&lt;br /&gt;Wallahualam bish showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-6507073919945976867?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/6507073919945976867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=6507073919945976867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6507073919945976867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/6507073919945976867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/02/muslimah-sholehah-berprestasi.html' title='MUSLIMAH SHOLEHAH BERPRESTASI'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-3248006586906681995</id><published>2007-01-26T21:13:00.000+08:00</published><updated>2007-01-27T21:35:06.771+08:00</updated><title type='text'>KELUARGA BAHAGIA KELUARGA BERTAQWA</title><content type='html'>Allah SWT telah memerintahkan kita agar menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.Dalam Al-Qur'an banyak terdapat potret keluarga sepanjang zaman.Ada potret keluarga saleh dan ada juga potret keluarga celaka. Potret-potret keluarga tersebut meskipun terjadi pada masa dan lingkungan yang berbeda dengan masa saat ini, akan tetapi ia tetap mengandung banyak hikmahdan pelajaran berharga yang senantiasa kekal sepanjang zaman. Kehidupan keluarga juga memegang kendali penting dalam unsur perbaikan masyarakat. Dari keluarga yang baik kita akan lebih mudah untuk mencetak pribadi-pribadi yang sholeh. Bukankah adanya individu-individu yang shaleh juga merupakan unsur yang membentuk masyarakat baik selain adanya aturan yang baik?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini marilah kita merenungi sejenak   potret keluarga teladan dalam Al-Qur'an untuk kemudian kita petik hikmah dan pelajaran-pelajaran berharganya. Diantaranya Keluarga Imran. Dikisahkan bahwa Imran dan istrinya sudah berusia lanjut. Akan tetapi keduanya belum juga dikaruniai seorang anak. Maka istri Imran bernazar, seandainya ia dikaruniai Allah seorang anak ia akan serahkan anaknya itu untuk menjadi pelayan rumah Allah (Baitul Maqdis). Nazar itu ia ikrarkan karena ia sangat berharap agar anak yang akan dikaruniakan Allah itu adalah laki-laki sehingga bisa menjadi khadim (pelayan) yang baik di Baitul Maqdis. Ternyata anak yang dilahirkannya adalah perempuan. Istri Imran tidak dapat berbuat apa-apa. Allah swt. telah menakdirkan anaknya adalah perempuan dan ia tetap wajib melaksanakan nazarnya. Ia tidak mengetahui bahwa anak perempuan yang dilahirkannya itu bukanlah anak biasa. Karena ia yang kelak akan menjadi ibu dari seorang nabi dan rasul pilihan Allah. Setelah itu, anak perempuan -yang kemudian diberi nama Maryam- tersebut diasuh dan dididik oleh Zakaria yang juga seorang Nabi dan Rasul, serta masih terhitung kerabat dekat Imran. Kisah ini  dapat dilihat pada surat Ali Imran ayat 35-37. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari keluarga Imran:Pertama, anak adalah amanah Allah SWT sehingga arah pendidikannya bukan untuk mencari harta melainkan membina peranannya  untuk menjadi abdi Allah, tunduk dan taat hanya kepada Allah. Sehingga menjadi apapun anak kelak ketika dewasa dia akan selalu menjadikan halal dan haram sebagai standar dalam kehidupannya. Kedua, perlunya keimanan yang kokoh, kesabaran dan sikap tawwakal dalam menerima qadha Allah ketika mengarungi bahtera kehidupan berumah tangga. Ketiga, perlunya memilihkan lingkungan yang baik bagi anggota keluarga. keempat, suasana yang harus terjadi dalam keluarga adalah perlombaan meraih ridho Allah bukan perlombaan mencari harta ataupun mengejar status sosial. Dengan demikian keluarga yang bahagia adalah keluarga yang bertaqwa,menjadikan Allah SWT sebagai tujuan hidupnya dengan taat tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT, bagaimanapun dan dalam kondisi apapun, serta menyeru manusia untuk tetap berada dijalan Allah SWT. &lt;em&gt;Sesungguhnya jika anak-anak,isteri,isteri,kaum kerabat,harta yang kamu usahakan,peniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.&lt;/em&gt;Wallahu’alam bishawab. (Asliani).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-3248006586906681995?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/3248006586906681995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=3248006586906681995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/3248006586906681995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/3248006586906681995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/01/keluarga-bahagia-keluarga-bertaqwa.html' title='KELUARGA BAHAGIA KELUARGA BERTAQWA'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2657866288522361610.post-1987106840085624796</id><published>2007-01-24T10:50:00.000+08:00</published><updated>2007-01-24T11:06:36.707+08:00</updated><title type='text'>TAHUN BARU 1428 H: MAU KEMANA MUSLIMAH?</title><content type='html'>Memasuki tahun baru hijriyah tentu mengingatkan kita kembali dengan perjuangan teladan kita Rasulullah SAW. Rasulullah telah berupaya mewujudkan masyarakat Islam bersama para sahabatnya dengan mengorbankan tenaga, waktu, pikiran harta bahkan jiwa dan raga beliau.Tahun baru hijriyah adalah monumental, mengingat penetapan hijriyah berdasarkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari masyarakat jahiliyah menuju terbentuknya masyarakat Islam yang ditandai dengan keberadaan piagam Madinah, saat itu rasulullah menjadi kepala negara Islam yang pertama. Seandainya Rasul dan para sahabat juga sahabiyah enggan berkorban, enggan berdakwah mungkin tidak akan terbentuk masyarakat Islam, dan mungkin Islam tidak akan sampai kepada kita saat ini. Penting juga untuk kita ketahui, bagaimanakah peran kaum wanita dimasa dakwah Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan menyatakan bahwa wanita adalah tiang negara maka jika wanita di sebuah negara rusak pribadinya maka kacaulah sebuah negara, sebaliknya jika kaum wanitanya baik maka negarapun akan berjaya. Dan memang tidak dapat dipungkiri kaum wanita dimasa Rasulullah memiliki peran yang amat signifikan dalam menghantarkan keberhasilan dakwah dan kejayaan Islam. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas, sejumlah nama sahabiyah di balik kecemerlangan dan kejayaan Islam. manusia yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Dan manusia pertama yang syahid di jalan Allah juga seorang wanita, yaitu Sumayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab sirah (sejarah) dikisahkan, setelah Rasulullah Saw. menerima wahyu pertama di gua Hira, beliau pulang dalam keadaan menggigil. Tubuhnya gemetar ketakutan. Setibanya di rumah, Beliau meminta istrinya, Khadijah RA, menyelimuti tubuhnya. Lalu, Khadijah menyelimuti dan mendekap tubuh Rasulullah SAW dengan penuh kasih sayang, hingga hilang rasa takutnya. Khadijah RA tidak langsung menanyakan apa yang telah terjadi pada suaminya, hingga Rasulullah saw. sendiri berkata, “Wahai Khadijah, tahukah engkau mengapa tubuhku tadi gemetar?” Belum sempat Khadijah menjawab, Rasulullah berkata lagi, “Sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku sendiri.” Khadijah menjawab, “Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat Anda kecewa. Anda seorang yang bersikap baik kepada kaum kerabat, selalu berbicara benar, membantu yang lemah, menolong yang sengsara, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.” Mendengar ucapan itu, Nabi menjadi tenang. Jawaban dari isteri tercintanya khadijah mampu membesarkan hati beliau Sebagai istri, Khadijah Ra. telah mengambil sikap cerdas, yaitu memberikan dukungan total terhadap dakwah sang suami. Bagaimana jika Khadijah memberikan pernyataan yang tidak menenangkan jiwa? Tentu Nabi akan merasa sedih. Karena bagaimanapun, seorang Rasul adalah manusia juga yang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yang dicintainyainya. Dan Khadijah RA. telah memberi andil besar dalam membangun dakwah Rasulullah Saw. Adapun Sumayyah, beliau beserta suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar dan Ubaidillah menyambut dakwah rasulullah untuk memeluk Islam dan berpaling dari agama nenek moyang mereka yang menyembah Latta dan Uzza. Berbagai kecaman, hinaan dan siksaan diterimanya dari orang-orang kafir Quraisy. Berbagai cara dilakukan orang-orang kafir quraisy untuk melemahkan semangat Islam pada jiwa pengikut Muhammad SAW. Namun usaha mereka gagal dan tidak dapat menawan hati kaum muslimin termasuk Sumayyah ibu ’Ammar bin Yasir. Orang terkejam yang menyiksa mereka adalah orang yang selama ini melindungi yaitu dari kalangan Bani Makhzum yang dipimpin Abu Hudzaifah. Setiap harinya, ketiga orang ini digelandang ke padang pasir yang sangat panas utuk disiksa. Sumayyah yang seorang wanita dilempar pasir, lalu tubuhnya ditimbun pasir yang sangat panas. Seakan belum puas, dada Sumayyah lalu ditindih dengan batu besar agar tida bisa bernafas. Berbagai siksaan ditimpakan hingga akhirnya kaum kafir memutuskan untuk menghabisi nyawa sang muslimah . Adalah Abu jahal menjadi algojo. Tombak runcing yang dia siapkan untuk mengeksekusi Sumayyah akhirnya mengakhiri hidup sang Mujahidah. Dengan segala kemampuannya, Sumayyah binti Khayyat mempertahankan keyakinannya. Dia telah menjadi bukti ketabahan hati, kekuatan iman, dan ketangguhan jiwa. Dia rela mengorbankan segalanya, termasuk jiwa dan raganya demi iman dan Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Khadijah Ra. dan Sumayyah, masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Siti Aisyah ra, istri Rasulullah SAW. Ia telah meriwayatkan 2.210 hadis dari Rasulullah SAW, dan mengikuti berbagai peperangan semasa Rasulullah SAW masih hidup. Contoh lain, Hafsah binti Umar, istri Rasulullah yang meriwayatkan enam puluh hadis Rasulullah. Ada pula Ummu Salamah, wanita yang pernah ikut perang Khaibar dan meriwayatkan 328 hadis Rasulullah SAW. Juga, Rubayya' an-Najjariyah, seorang penghapal Alquran dan perawi hadis, serta sering ikut peperangan bersama Rasulullah SAW dan masih banyak wanita lain yang memegang peranan penting dalam perintisan dakwah Rasulullah Saw&lt;br /&gt;Mereka adalah wanita islam yang telah teruji sebagai individu cerdas, yang bertaqwa kepada Allah, menjunjung tinggi risalah yang dibawa Rasulullah. Mereka muslimah yang sholihah, taat kepada Allah dan rasulnya menjaga diri dan kehormatan keluarga juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama manusia dan sesama makhluk Allah. Merekalah sosok istri yang benar-benar bisa mendukung dan membahagiakan suami mereka di jalan Allah. Merekalah ummahat yang berhasil dalam mendidik anaknya, yang dapat mencetak keturunan generasi kebangaan Islam. Mereka juga merupakan sosok da’iyah yang tak pernah berhenti dari da’wah ilallah, yang senantiasa mengadakan pendekatan ke ummat. Maka di manakah lagi bisa kita temukan profil atau sosok wanita yang lebih baik dari yang demikian itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang berbeda kita temukan pada wanita di jaman kini. Jika mayoritas kehidupan wanita dimasa Rasulullah telah mendedikasikan diri bagi Allah dan Rasul-Nya. Maka mayoritas wanita dimasa kini mungkin masih dalam keadaan ’bingung’. Disatu sisi mereka mengaku beragama Islam, meyakini Al-Quran sebagai pedoman kehidupan, menjalankan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Sementara, disisi yang lain mereka menolak diatur dengan aturan-aturan Allah dalam urusan pakaian, pergaulan dan urusan publik lainnya.. Penolakan tersebut memang bisa jadi karena mereka belum memahami, ataupun tidak mau memahami bisa pula sengaja (oleh musuh-musuh Islam) untuk tidak dipahamkan dengan rambu-rambu Allah dan rasul-Nya. Kesalahan dan ketidakpahaman mereka terhadap syariat Allah membuat jiwa mereka tidak stabil sehingga mudah diombang-ambingkan dan mengadopsi nilai-nilai jahiliyah modern. Sebagai contoh ketika Barat mengangkat isu kebebasan melalui ide emansipasi, kesetaraan gender, maka tidak sedikit kaum muslimah yang termakan propaganda tersebut dan akhirnya mengadopsi ide-ide dari barat tanpa mengkritisinya apalagi menimbangnya dengan tinjauan keimanan dan syariat Islam. Padahal sejatinya ide-ide mereka tidak akan pernah menghantarkan kepada kesejahteraan, sebaliknya justru membawa kepada kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan kesetaraan gender yang digembar-gemborkan justru pada akhirnya akan mengarahkan kaum Ibu menjadi sosok materialistis, mementingkan karir di atas segalanya dan steril dari iman. Akibatnya, banyak ibu yang enggan mengurus anak dan rumah tangga sehingga menimbulkan munculnya anak bermasalah, banyak wanita yang akhirnya menggugat aturan-aturan yang sudah baku dalam Islam untuk ditinggalkan seperti penolakan kewajiban menutup aurat, kepemimpinan laki-laki baik dalam shalat maupun diluar shalat dan lain-lain, banyak kaum muslimah yang kemudian beramai-ramai ingin keluar dari lingkaran Islam tak mau lagi berpikir bagaimana menjadi muslimah sejati. Gagasan ini juga mengakibatkan kaum perempuan untuk menilai bahwa pernikahan adalah bentuk pengekangan terhadap aktualisasi diri perempuan, sehingga terjadi kecendrungan wanita menjadi single parent , dan menurunnya komitmen laki-laki untuk menikah. Yang pada akhirnya mengakibatkan kaum wanita untuk menyetujui gagasan seks bebas akibatnya, aborsi meningkat, banyak wanita yang rentan tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual lainnya. Masalah-masalah tersebut diatas telah terjadi di negara-negara Barat tempat lahirnya ide liberal. Danielle Crittenden seorang kritikus sosial Amerika dalam bukunya What Our Mother Didn”t Tell Us; Why Happiness Eludes the Modern Women,mengungkapkan masalah-masalah besar yang sedang dihadapi wanita barat akibat gagasan kebebasan kaum wanita melalui ide kesetaraan gender. Tentu realitas yang demikian sangat tidak kita inginkan. Sehingga pada momentum hijriyah kali ini seyogyanya kaum muslimah merenungi kembali apakah yang telah kita lakukan dalam upaya perbaikan masyarakat menimbulkan kebaikan di muka bumi dan yang paling penting selaras dengan rambu-rambu Allah? Atau justru kita telah memberi jalan untuk langgengnya kerusakan dimuka bumi ini bahkan mendatangkan murka Allah?, Kemanakah kita mengayunkan langkah kita?Apakah kita berbuat karena Allah atau karena yang lain? Sesungguhnya masyarakat terbaik yang pernah ada dimuka bumi adalah masyarakat Islam yang dibangun oleh Rasulullah. Dan kitapun tentu mengharapkan akan terwujudnya masyarakat yang baik sejahtera didunia dan mendapatkan ridho dari Allah. Masyarakat Islam dimasa rasulullah telah yang menjadikan keimanan kepada Allah dan rasul sebagai landasan dalam berbuat. Dan Jika wanita-wanita sekarang ingin menjadi wanita yang maju,terhormat dan mulia tentu merekapun harus kembali kepada Islam secara utuh (QS Al-Baqarah: 208). Wanita Islam harus kembali kepada fungsi dan tidak mengabaikan begitu saja peran besar sebagai seorang hamba Allah, sebagai seorang istri, sebagai ibu, sebagai warga masyarakat, dan sebagai da’iyyah. Wanita Islam harus kembali menghidupkan sosok muslimah muslimah sejati di zaman Rasulullah dalam diri kita. Menjadikannya sebagai teladan kita. Dengan begitu akan terwujud sosok wanita sejati harapan umat. Dengan begitu kejayaan Islam bukanlah sebuah utopia. Wallahu’alam. (Tulisan ini telah diterbitkan pada kolom Opini &lt;a target="new" href="http://www.indomedia.com/BPost/012007/19/opini/opini1.htm"&gt; Bpost 19/01/2007&lt;/a&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2657866288522361610-1987106840085624796?l=alpener.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alpener.blogspot.com/feeds/1987106840085624796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2657866288522361610&amp;postID=1987106840085624796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1987106840085624796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2657866288522361610/posts/default/1987106840085624796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alpener.blogspot.com/2007/01/tahun-baru-1428-h-mau-kemana-muslimah.html' title='TAHUN BARU 1428 H: MAU KEMANA MUSLIMAH?'/><author><name>Ummu Mumtazah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10285696880016329781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
