MENYELAMATKAN PALESTINA
Oleh Asliani
Apa yang akan kita lakukan tatkala menyaksikan sebuah keluarga di bantai secara sporadis dan keji oleh perampok yang bersenjata dihadapan mata kita? Anggota keluarga tersebut ada yang sudah meninggal,tengah sekarat sementara para perampok itu terus menodongkan senjatanya seraya mengancam anggota keluarga lainnya. Tentu saja kita yang menyaksikan tanpa perlu menggelar rapat akan segera memberikan pertolongan. Ada beberapa pilihan yang dapat kita lakukan diantaranya memanggilkan ambulan untuk menolong anggota keluarga tersebut yang terluka, berteriak biadab terhadap rampok tersebut, namun tentu tindakan yang paling tepat adalah mengusir perampok tersebut dengan kekuatan atau memanggilkan polisi untuk menangkap mereka.
Bagaimana jika ilustrasi sederhana diatas kita bandingkan dengan apa yang dialami oleh saudara kita di Palestina? Hingga kini entitas Yahudi dengan ribuan tentaranya membombardir sejumlah kawasan dijalur Gaza dengan pesawat tempurnya secara brutal dan sporadis. Tidak puas dengan serangan udara, kini mereka sedang melakukan serangan darat terhadap saudara muslim kita disana. Hingga saat ini setidaknya serangan tersebut telah memakan hampir ribuan korban dan diperkirakan akan terus bertambah seiring gencarnya serangan dari Israel.Kenyataan ini tentu menyayat hati perasaan kita kaum muslimin, yang hingga kini hanya mampu menitikkan airmata, dan berdoa untuk keselamatan dan kemenangan mereka.
Warga Gaza menghadapi serangan tersebut dengan penuh keberanian. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid sementara ratusan bahkan ribuan telah terluka. Pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan tanpa ada halangan dari jet tempur.
Hal demikian dikarenakan penguasa dinegeri kaum muslimin telah menetapkan “larangan bergerak” kepada pasukan dan pesawat dinegeri mereka. Pesawat tempur bak barang
pajangan dalam sebuah etalase. Akhirnya pesawat –pesawat yahudi itu itupun merasa tenang dan terbang dengan aman. Pesawat –pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan dengan tetap aman dari setiap serangan dan bahaya.
Memang negara yang paling memungkinkan untuk menghentikan serangan Israel ini adalah sang master Amerika Serikat(AS). Negara yang sering mengklaim dirinya sang pembebas dan garda terdepan dalam melawan apa yang mereka katakan perang melawan teroris. Namun seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Amerika serikat juga diam. Bahkan Presiden terpilih Barrack Obama yang banyak digadang akan cukup menolong umat Islam memilih bungkam. Kalau AS diam, berarti tindakan Israel direstui sang master:Negara kapitalis utama itu. Israel tidak akan pernah benar-benar membangkang kepada AS. Sebab AS-lah selama ini yang mem-back up Negara Israel dalam segala aspek:politik, senjata maupun dana. Israel merupakan Negara urutan pertama yang paling banyak menerima sumbangan AS.
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dapat diharapkan sebagai juru damai dengan resolusinya tidak pernah mampu menyelesaikan konflik palestina-Israel yang telah terjadi bertahun-tahun . Demikian pula dengan pemimpin di negeri-negeri Arab.
Peristiwa ini setidaknya semakin memberikan kejelasan kepada kita bahwa persoalan palestina bukanlah milik palestina saja, melainkan masalah tersebut adalah salah satu diantara sekian banyak persoalan yang menimpa umat Islam. Adalah sebuah kenyataan ironi jika kita penguasa muslim utamanya dinegeri arab hanya memberikan bantuan kemanusiaan, kecaman padahal mereka dapat melakukan yang lebih dari itu.
Ini sekaligus membuktikan betapa hegemoni yang dilakukan oleh musuh Islam yang dikomandoi oleh Amerika serikat telah mencekeram di negeri kaum muslimin. Sesungguhnya melawan Israel bukanlah hanya sekedar melawan negara kecil dengan penduduk sedikit, tetapi melawan negara pencipta dan pendukung buta Israel,yakni amerika serikat. Sejatinya respon terhadap pembantaian gaza itu sudah jelas, tidak perlu membutuhkan rapat, pertemuan ataupun evaluasi. Respon ini juga tidak bergantung pada resolusi dari negara-negara yang telah yang telah mendirikan dan melindungi entitas Yahudi. Respon itu hanyalah dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu menjadi tentara.
Kini persatuan umat diserukan diberbagai belahan dunia untuk melawan Israel, disinilah kita dapat melihat urgensi adanya perjuangan untuk membangun institusi pemersatu umat Islam. yaitu khilafah Islam. Satu-satunya solusi yang berargumentasi syariat sekaligus rasional. Dengan keberadaan institusi ini maka seruan persatuan ummat Islam bukan lagi sekedar wacana. Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah akan melindungi dan menyatukan umat, sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat. Dengan khilafah, umat akan berada dalam satu rumah yang ditinggali bersama,dibawah satu komando dan satu sistem kehidupan.Khilafah tidak menegasikan adanya perbedaan namun khilafah akan merajut perbedaan ini menjadi sebuah harmoni yang indah. Hanya melalui kekuatan global, penjajahan global bisa dihadapi secara sepadan.
Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita adalah kapan persatuan itu dapat di wujudkan? Tentu ini semua bergantung sejauh mana kesamaan persepsi dari para penguasa di negeri muslim terhadap urgensi persatuan tersebut. Selama mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi, kolega dan kepentingan penjajah memang mustahil di wujudkan, oleh karena itu upaya untuk mengingatkan kepada segenap kaum muslimin dan para penguasa agar mereka menjadikan keridhoan Allah sebagai tujuan hidup dan memahami urgensi penerapan syariat Allah menjadi penting dan diperlukan. Dan memang kesediaan mereka menerima pemahaman Islam bukan hak manusia untuk menentukan melainkan atas ijin dari Allah. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan adalah jangan pernah mengenal lelah untuk memahamkan umat dengan Islam yang kaffah, juga mendoakan akan tibanya kemuliaan bagi umat manusia dengan Islam. Karena hanya dengan penerapannya rahmat bagi seluruh alam akan terwujud dan kebahagiaan akhirat akan tercapai. Ingatlah wahai saudaraku Allah tidak menilai hasil dari upaya yang kita lakukan, melainkan sejauhmana kesungguhan upaya dan keikhlasan kita dalam berjuang.
Wallahu’alam
Apa yang akan kita lakukan tatkala menyaksikan sebuah keluarga di bantai secara sporadis dan keji oleh perampok yang bersenjata dihadapan mata kita? Anggota keluarga tersebut ada yang sudah meninggal,tengah sekarat sementara para perampok itu terus menodongkan senjatanya seraya mengancam anggota keluarga lainnya. Tentu saja kita yang menyaksikan tanpa perlu menggelar rapat akan segera memberikan pertolongan. Ada beberapa pilihan yang dapat kita lakukan diantaranya memanggilkan ambulan untuk menolong anggota keluarga tersebut yang terluka, berteriak biadab terhadap rampok tersebut, namun tentu tindakan yang paling tepat adalah mengusir perampok tersebut dengan kekuatan atau memanggilkan polisi untuk menangkap mereka.
Bagaimana jika ilustrasi sederhana diatas kita bandingkan dengan apa yang dialami oleh saudara kita di Palestina? Hingga kini entitas Yahudi dengan ribuan tentaranya membombardir sejumlah kawasan dijalur Gaza dengan pesawat tempurnya secara brutal dan sporadis. Tidak puas dengan serangan udara, kini mereka sedang melakukan serangan darat terhadap saudara muslim kita disana. Hingga saat ini setidaknya serangan tersebut telah memakan hampir ribuan korban dan diperkirakan akan terus bertambah seiring gencarnya serangan dari Israel.Kenyataan ini tentu menyayat hati perasaan kita kaum muslimin, yang hingga kini hanya mampu menitikkan airmata, dan berdoa untuk keselamatan dan kemenangan mereka.
Warga Gaza menghadapi serangan tersebut dengan penuh keberanian. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid sementara ratusan bahkan ribuan telah terluka. Pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan tanpa ada halangan dari jet tempur.
Hal demikian dikarenakan penguasa dinegeri kaum muslimin telah menetapkan “larangan bergerak” kepada pasukan dan pesawat dinegeri mereka. Pesawat tempur bak barang
pajangan dalam sebuah etalase. Akhirnya pesawat –pesawat yahudi itu itupun merasa tenang dan terbang dengan aman. Pesawat –pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan dengan tetap aman dari setiap serangan dan bahaya.
Memang negara yang paling memungkinkan untuk menghentikan serangan Israel ini adalah sang master Amerika Serikat(AS). Negara yang sering mengklaim dirinya sang pembebas dan garda terdepan dalam melawan apa yang mereka katakan perang melawan teroris. Namun seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Amerika serikat juga diam. Bahkan Presiden terpilih Barrack Obama yang banyak digadang akan cukup menolong umat Islam memilih bungkam. Kalau AS diam, berarti tindakan Israel direstui sang master:Negara kapitalis utama itu. Israel tidak akan pernah benar-benar membangkang kepada AS. Sebab AS-lah selama ini yang mem-back up Negara Israel dalam segala aspek:politik, senjata maupun dana. Israel merupakan Negara urutan pertama yang paling banyak menerima sumbangan AS.
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dapat diharapkan sebagai juru damai dengan resolusinya tidak pernah mampu menyelesaikan konflik palestina-Israel yang telah terjadi bertahun-tahun . Demikian pula dengan pemimpin di negeri-negeri Arab.
Peristiwa ini setidaknya semakin memberikan kejelasan kepada kita bahwa persoalan palestina bukanlah milik palestina saja, melainkan masalah tersebut adalah salah satu diantara sekian banyak persoalan yang menimpa umat Islam. Adalah sebuah kenyataan ironi jika kita penguasa muslim utamanya dinegeri arab hanya memberikan bantuan kemanusiaan, kecaman padahal mereka dapat melakukan yang lebih dari itu.
Ini sekaligus membuktikan betapa hegemoni yang dilakukan oleh musuh Islam yang dikomandoi oleh Amerika serikat telah mencekeram di negeri kaum muslimin. Sesungguhnya melawan Israel bukanlah hanya sekedar melawan negara kecil dengan penduduk sedikit, tetapi melawan negara pencipta dan pendukung buta Israel,yakni amerika serikat. Sejatinya respon terhadap pembantaian gaza itu sudah jelas, tidak perlu membutuhkan rapat, pertemuan ataupun evaluasi. Respon ini juga tidak bergantung pada resolusi dari negara-negara yang telah yang telah mendirikan dan melindungi entitas Yahudi. Respon itu hanyalah dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu menjadi tentara.
Kini persatuan umat diserukan diberbagai belahan dunia untuk melawan Israel, disinilah kita dapat melihat urgensi adanya perjuangan untuk membangun institusi pemersatu umat Islam. yaitu khilafah Islam. Satu-satunya solusi yang berargumentasi syariat sekaligus rasional. Dengan keberadaan institusi ini maka seruan persatuan ummat Islam bukan lagi sekedar wacana. Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah akan melindungi dan menyatukan umat, sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat. Dengan khilafah, umat akan berada dalam satu rumah yang ditinggali bersama,dibawah satu komando dan satu sistem kehidupan.Khilafah tidak menegasikan adanya perbedaan namun khilafah akan merajut perbedaan ini menjadi sebuah harmoni yang indah. Hanya melalui kekuatan global, penjajahan global bisa dihadapi secara sepadan.
Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita adalah kapan persatuan itu dapat di wujudkan? Tentu ini semua bergantung sejauh mana kesamaan persepsi dari para penguasa di negeri muslim terhadap urgensi persatuan tersebut. Selama mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi, kolega dan kepentingan penjajah memang mustahil di wujudkan, oleh karena itu upaya untuk mengingatkan kepada segenap kaum muslimin dan para penguasa agar mereka menjadikan keridhoan Allah sebagai tujuan hidup dan memahami urgensi penerapan syariat Allah menjadi penting dan diperlukan. Dan memang kesediaan mereka menerima pemahaman Islam bukan hak manusia untuk menentukan melainkan atas ijin dari Allah. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan adalah jangan pernah mengenal lelah untuk memahamkan umat dengan Islam yang kaffah, juga mendoakan akan tibanya kemuliaan bagi umat manusia dengan Islam. Karena hanya dengan penerapannya rahmat bagi seluruh alam akan terwujud dan kebahagiaan akhirat akan tercapai. Ingatlah wahai saudaraku Allah tidak menilai hasil dari upaya yang kita lakukan, melainkan sejauhmana kesungguhan upaya dan keikhlasan kita dalam berjuang.
Wallahu’alam


